Pembangunan Hambalang Tetap Berjalan

Pembangunan Hambalang Tetap Berjalan

  Senin, 5 September 2016 09:30
TINJAU HAMBALANG: Wakil Presiden, Jusuf Kalla meninjau proyek Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (4/09). Kalla melihat langsung proyek tersebut yang mangkrak akibat kasus korupsi. sofyansyah/radar bogor/jpnn.com/JPG

Berita Terkait

BOGOR - Proyek P3SON (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional) di Hambalang sudah memasuki tahap audit teknis dari tim Kemenpupera. Dalam hal ini, pembangunan kembali sarana olahraga di bawah Kemenpora itu tetap akan berlangsung. 

Setidaknya, paling cepat yakni berjalan pada tahun anggaran 2017. Hal ini disampaikan wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla (JK) saat meninjau langsung proyek P3SON di Hambalang Minggu siang (4/9). Didampingi langsung Menpora Imam Nahrawi dan Menteri PU-Pera, Basuki Hadimuljono, JK menyaksikan bangunan yang mangkrak karena kasus korupsi dalam proses pembangunan sebelumnya.

"Pada prinsipnya pembangunan ini harus jalan lagi," sebutnya. Teknis penggunaan P3SON tetap akan menjadi bagian ke depannya. 

Setidaknya ada dua opsi yang bisa dijalankan. Pertama, memanfaatkan P3SON untuk dunia pendidikan pelatih. "Bisa saja nanti kerja sama dengan FIK UNJ untuk perkuliahan calon pelatih," terangnya.

Kedua adalah tetap mengkombinasikan dengan memanfaatkan untuk pusat pelatihan atlet junior. "Yang jelas secara fungsi tidak akan berubah," lanjut JK.

Pembangunan P3SON ini semula akan diproyeksikan bisa mulai lagi pada 2017 nanti. Tetapi dengan tanggung jawab Kemenpupera terhadap infrastruktur Asian Games 2016, kemungkinan bisa jalan tepat waktu relatif kecil. Sebab Kemenpupera mendapatkan mandat menggarap 14 venue cabor di Kompleks SUGBK hingga akhir 2017 nanti.

"Kalau memang harus dipercepat akan kami lakukan, tentu dengan kemampuan Kemenpupera," urai Menpora Imam Nahrawi. Dari kajian audit teknis ada sedikit perubahan mengenai rancang bangun sejumlah proyek.

"Nanti ada beberapa bangunan yang akan diperkuat untuk pondasinya, mengingat kontur tanah yang gerak untuk mengantisipasi kerusakan signifikan," sebutnya. (nap)

Berita Terkait