Pembangunan Dua PLBN Tahun Ini, Pemprov Siap Tuntaskan Masalah Lahan

Pembangunan Dua PLBN Tahun Ini, Pemprov Siap Tuntaskan Masalah Lahan

  Senin, 17 June 2019 09:34
RAKOR : Wagub Kalbar Ria Norsan bersama Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, BNPP Robert Simbolon saat rakor di Pontianak, Jumat (14/6) lalu. HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap mendukung percepatan Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik di Kabupaten Sintang dan PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang. Hal ini menyusul adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan 11 PLBN se-Indonesia yang dua di antaranya ada di Kalbar. 

"Pada dasarnya pemerintah Provinsi Kalbar siap mendukung rencana BNPP untuk membangun kawasan PLBN Jagoi babang dan PLBN Sungai Kelik," ungkap Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat Rakor tentang Fasilitas Pemprov Kalbar dalam Pengalihan dan Penghapusan Aset (BMN/BMD) untuk pembangunan PLBN Sungai Kelik dan Jagoi Babang bersama BNPP, beberapa waktu lalu.

Terakait penghapusan asset, menurutnya akan dilakukan terhadap seluruh aset milik Pemprov Kalbar, baik berupa bangunan maupun infrastuktur jalan yang terkena dampak pembangunan PLBN. Sebagai bentuk keseriusan Pemprov Kalbar, rapat bersama dengan berbagai instansi telah dilakukan antara lain dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalbar, Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalbar, Biro Pemerintah Setda Provinsi Kalbar dan Biro Pengelolaan Aset Setda Provinsi Kalbar.

Sementara untuk kebutuhan personel, Norsan menyatakan pihaknya siap membantu ketersediaan tenaga teknis. "Kebutuhan personel kami siap, tapi alangkah bagusnya kebutuhan personel itu diambil dari setempat, misalnya kebutuhan personel PLBN Aruk, diambil dari Kabupaten Sambas supaya tidak jauh dari asalnya. Kalau diambil dari provinsi bolak balik ke sana kadang-kadang minta pindah lagi ke provinsi, nanti kami pusing lagi. Kami Pemprov siap memfasilitasi,"tegasnya. 

Seperti dijelaskannya untuk saat ini PLBN di Kalbar ada lima dan tiga PLBN sudah dibangun. Tinggal dua PLBN yang belum dibangun yaitu Jagoi Babang, Bengkayang dan Sungai Kelik, Sintang. Harapanya dengan pintu batas negara Indonesia dan negara tetangga Malaysia ini sudah bagus, maka bisa berdampak pada kebangkitan perekonomian di perbatasan terutama di Kalbar.

"Tiga PLBN sekarang sudah bagus seperti di PLBN Entikong tadinya belum bagus sekarang sudah bagus sekali, sekarang banyak warga Malaysia berfoto ditempat kita, kalau dulu kan sebaliknya. Kemudian PLBN Aruk sudah bagus dan warga dari Singkawang, Sambas pergi ke Kuching melewati Aruk," pungkasnya.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon menjelaskan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Kepala BNPP telah menerbitkan rencana aksi pelaksanaan Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN dan sarana prasarana penunjang di perbatasan. Menurutnya, sesuai Inpres tersebut semua tingkatan pemerintahan dilibatkan. 

Intinya gubernur dan bupati diminta memfasilitasi proses penyiapan lahan yang dibutuhkan. Banyak aspek yang terkait penyiapan lahan tersebut. Misalnya penghapusan aset yang ada di lokasi dan alih status lahan. Sebagai contoh kawasan PLBN Sungai Kelik yang harus ada alih status dari kawasan hutan (lindung) atau hutan produksi terbatas menjadi Area Penggunaan Lain (APL). Dari pantauan di Kementerian PUPR sejauh ini proses perkembangannya dinilai cukup positif. Artinya sudah ada upaya teknis untuk memastikan bahwa secepatnya akan dimulai pembangunan. 

"Untuk Jagoi Babang misalnya, sudah masuk di proses pelelangan. Itu akan dicek satu per satu. Secara fisik dimulai tahun ini, bahkan untuk Jagoi Babang diminta untuk selesai (tahun ini), bukan hanya dimulai," jelasnya. 

Sementara untuk PLBN Sungai Kelik dikatakan dia sesuai perintah presiden juga harus dimulai tahun ini. Namun lebih dulu harus dipastikan akses menuju lokasinya bisa terwujud. Seperti diketahui jalan akses menuju kawasan Sungai Kelik kondisinya belum dalam kondisi baik. "Jalan, artinya infrastruktur dasarnya harus dikerjakan dulu," ucapnya.  

Mengenai anggaran pembangunan dijelaskannya untuk dua PLBN ini mencapai sekitar Rp400 miliar lebih. Yakni PLBN Jagoi Babang sudah teralokasi sekitar Rp236 miliar sementara PLBN Sungai Kelik sekitar Rp203 miliar. Anggaran tersebut menurutnya di luar anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dasar. "Karena untuk membangun infrastruktur dasar PLBN ini teralokasi di Dirjen Cipta Karya sementara kebutuhan lain seperti jalan di Sintang itu di Dirjen Bina Marga," pungkasnya.(bar)

Berita Terkait