Pembakar Lahan Diringkus

Pembakar Lahan Diringkus

  Kamis, 28 March 2019 10:28
pelaku Rasimin mengenakan baju tahanan saat diamankan di Mapolres Mempawah

Berita Terkait

MEMPAWAH- Menyikapi maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan diwilayah hukumnya, Polres Mempawah mengambil langkah tegas. Polisi berhasil meringkus seorang warga yang diduga pelaku pembakaran hutan dan lahan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Kini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Mempawah. 

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP Sutrisno membenarkan keberhasilan jajarannya mengungkap pelaku pembakaran hutan dan lahan di perkebunan nanas Jalan Tengah TPA Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. 

Kasat mengungkapkan, pelaku bernama Rasimin warga Desa Galang. Penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan korban yang lahan perkebunan nenas miliknya rusak akibat kebakaran hutan dan lahan diwilayah itu yang terjadi pada Kamis (21/3) sekitar pukul 15.00 WIB.

 “Korban ini melapor kepada petugas Bhabinkamtibmas di Desa Galang, kemudian ditindaklanjuti ke Polsek Sungai Pinyuh. Dari sanalah, petugas melakukan penyelidikan dan pengembangan data dilapangan,” terang Sutrisno diruang kerjanya, Rabu (27/3) siang.

Dari hasil olah TKP dan pengumpulan data yang dilakukan petugas, lanjut Kasat, pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut mengarah pada seorang warga setempat bernama Rasimin. Selanjutnya, petugas pun mengamankan Rasimin ke Mapolsek Sungai Pinyuh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 “Setelah menemukan alat bukti yang cukup, maka pelaku Rasimin ini dibawa diserahkan ke Mapolres Mempawah untuk proses hukum dalam kasus pembakaran hutan dan lahan. Dan sekarang, pelaku sudah kita amankan di Mempawah,” ucapnya.

Terkait modus operandi yang dilakukan pelaku, Sutrisno memaparkan, bermula dari niat pelaku untuk membuka lahan pertanian dilingkungannya. Agar pekerjaannya lebih gampang dan tidak mengeluarkan biaya, pelaku memutuskan untuk membersihkan lahan dengan cara dibakar.

 “Pada saat pelaku membakar lahan itulah, tiupan angin kencang dan cuaca panas menyebabkan kobaran api semakin meluas dan tidak terkendali. Bahkan, kobakaran api tersebut membakar kebun nanas milik korban pelapor seluas 1 ha. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp 50 juta,” paparnya.

Atas perbuatannya, Kasat mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal 108 Jo pasal 69 dan atau pasal 99 UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup atau pasal 108 Jo pasal 56 UU nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 187 KUHPidana.

 “Ancaman pidananya antara 3-10 tahun kurungan,” sebutnya.

Lebih jauh, Kasat mengingatkan seluruh masyarakat pemilik lahan maupun perusahaan yang menggarap lahan perkebunan diwilayah hukum Polres Mempawah agar tidak melakukan aktivitas pembakaran. Terutama pada musim kemarau dan angin kencang yang melanda wilayah itu.

 “Sebab, tindakan pembakaran lahan dengan kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat berdampak fatal terhadap kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas. Dan pastinya jika kebakaran itu terjadi akan merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait