Pemakaian Kacamata Tanpa Pemeriksaan

Pemakaian Kacamata Tanpa Pemeriksaan

  Jumat, 3 June 2016 09:55

Berita Terkait

Mata merupakan indra yang penting sekali bagi manusia. Bila kesehatan mata bermasalah, tentu berpengaruh pada aktivitas harian seseorang, terutama kemampuan untuk melihat. Menggunakan alat bantu berupa kacamata bisa menjadi pilihan. Gunakanlah kacamata sesuai ukuran yang dibutuhkan, itu sebabnya lebih baik periksakan dulu kondisi kesehatan mata sebelum menggunakan kacamata. 

Oleh : Deziyanti Putri 

Beragam alasan orang menggunakan kacamata, ada yang untuk melengkapi gaya berbusana, tetapi banyak pula karena alasan kesehatan mata. Seperti pada mereka yang memiliki riwayat mata minus atau karena ada  gangguan lain yang memerlukan tambahan alat bantu, salah satunya adalah kacamata. 

Namun, sebaiknya tidak asal memilih kacamata, sebab harus melewati pemeriksaan kesehatan, untuk menentukan jenis kacamata yang akan digunakan oleh seseorang. Demikian yang disampaikan oleh dr. Sri Yuliani Elida, SpM, MSc kepada For Her. “Pasien yang memiliki gangguan kesehatan di mata, baik itu baru gejala ringan maupun berat harus tetap memeriksakan kondisi matanya ketika akan menggunakan kacamata sebagai alat bantu melihat,” ujar dokter yang ditemui di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini. 

Diharapkan, kacamata yang digunakan dapat membantu secara efektif  dalam memulihkan tajam penglihatan penderita kelainan refreksi, selain itu efektif melindungi mata dari debu, angin dan sinar yang mengganggu mata, bahkan menghindari iritasi. 

Saat ini, banyak kacamata yang dijual di pasaran. Baik yang sifatnya untuk melengkapi tampilan seseorang, maupun kacamata yang sebagai alat bantu melihat. Akibarnya, banyak orang yang membeli kacamata tanpa memeriksakan kondisi matanya kepada dokter spesialis mata. Apakah ada efeknya jika menggunakan kacamata tanpa pemeriksaan dokter?

Menanggapi hal tersebut, Yuli menjelaskan bahwa pada kelainan mata, ada yang mengalami gangguan di saraf ada pula yang hanya gangguan refraksi saja. “Oleh karena itu di sarankan untuk tidak menggunakan kacamata secara bebas dengan kata lain sebelum pemakaian kacamata sebaiknya harus di periksakan ke dokter terlebih dahulu,” ujarnya. 

Yuli juga menambahkan, jika seseorang sudah memiliki ukuran kacamata yang biasa di gunakan, minimal dalam enam bulan sekali harus kontrol ke dokter mata untuk pemeriksaan berkelanjutan. “Ini juga untuk menentukan apakah dia masih cocok atau tidak menggunakan kacamata tersebut, atau harus menggantinya dengan ukuran yang baru sesuai kebutuhan. Jadi sebaiknya, pemeriksaan ini di lakukan secara rutin, “ Ucap dia. 

Untuk kacamata yang banyak dijual secara bebas di pasaran itu, lanjut Yuli biasanya kacamata plus.  Dengan ukuran yang beragam seperti Plus 1, Plus 1,5, Plus 1,25, Plus 1,75 hingga ukuran  Plus 3. “Kacamata Plus ini di gunakan oleh penderita Presbiopia,” imbuhnya. 

Semakin  bertambahnya usia, seseorang akan merasa semakin sulit untuk membaca atau fokus dalam jarak dekat. Hal ini disebabkan kondisi penglihatan yang disebut presbiopia. “Hal ini merupakan bagian alami dari proses penuaan yang terjadi pada kebanyakan orang menjelang usia 40 tahun,” kata dia. 

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan dokter, belum tentu Anda harus membeli kacamata. Mungkin hanya akan diberikan obat tetes mata untuk rileksasi focus mata anda agar tidak lelah. “Itulah gunanya melakukan pemeriksaan ke dokter di rumah sakit,” pungkasnya. **

--------------------------

Mitos atau Fakta

Pakai Kacamata Tidak Bisa Melahirkan Normal?

BAGI perempuan yang menggunakan kacamata, tentu pernah mendengar mitos tidak bisa melahirkan secara normal. Kepercayaan itu rupanya sudah ada sejak dahulu. Melahirkan Secara normal dinilai bisa menyebabkan terjadinya kebutaan akibat retina mata yang terlepas. Eitss, jangan khawatir dulu.

Seiring dengan perkembangan, beberapa studi terbaru justru menyatakan ketidaksetujuan terhadap teori lama itu. Beberapa studi menunjukkan bahwa tidak ada efek buruk melahirkan normal terhadap retina mata.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Graefe’s Archive for Clinical and Experimental Ophthalmology, yang dilakukan pada 10 wanita yang memiliki riwayat retina lepas. Hasilnya.

"Semuanya tidak mengalami perubahan kesehatan retina dari sebelum hingga sesudah melahirkan. Tidak terbukti bahwa mengejan bisa meningkatkan tekanan dalam mata," ujar dokter Atika, seperti yang dilansir dari klikdokter, Minggu (20/3).  

Beberapa studi lainnya, juga memberikan hasil yang hampir serupa. Apabila Anda memiliki minus yang tinggi, terutama memiliki riwayat terdiagnosis retina lepas dan merencanakan untuk melahirkan normal. Dokter Atika menyarankan agar berkonsultasi ke dokter spesialis mata terlebih dahulu.

"Hasil pemeriksaan akan menentukan, apakah Anda benar-benar memiliki risiko, maupun perlu atau tidaknya penanganan pencegahan," katanya. (chi/jpnn)

 

Berita Terkait