Peluang Besar Destinasi Wisaya Budaya dan Religi

Peluang Besar Destinasi Wisaya Budaya dan Religi

  Sabtu, 17 February 2018 11:00
IMLEK: Penjabat Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji menghadiri perayaan Imlek di Singkawang. HUMAS PEMPROV KALBAR

Berita Terkait

Perayaan Imlek 2569

Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji mengatakan Kalimantan Barat memiliki peluang yang besar untuk membangun dan  mengembangkan paket wisata budaya dan religi. Kemajemukan penduduk membuat daerah ini menyimpan potensi budaya yang unik dan luhur. 

 

“APABILA dikemas dengan baik bisa menjadi aset yang tak ternilai harganya guna meningkatkan pendapatan daerah dan pengembangan industri pariwisata,”kata Dodi saat membuka Perayaan Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, di Lapangan Stadion Kridasana Singkawang, Kamis (15/2). 

Selain keragaman etnik, Kalbar juga memiliki wisata alam serta wisata argo yang begitu banyak. Potensi ini juga ditunjang letak geografis yang strategi yang memiliki akses darat dengan Sarawak.

Dodi menambahkan Indonesia adalah negara yang besar dengan beragam suku, budaya, agama dan kepercayaan. Di tengah keberagaman tersebut Indonesia masih bersatu dan kokoh hingga kini.

“Dengan begitu suudah sepantasnya harus tetap menjaga persatuan, persaudaraan dan toleransi dalam masyarakat dan bernegara. Pengertian multikulturalisme mengandung nilai toleransi untuk menerima dan menghargai budaya orang lain, kendati memiliki kebudayaan yang berbeda, kemajemukan penduduk Kalbar telah membuat daerah ini menyimpan potensi budaya yang unik dan luhur,” jelas Dodi. 

Ia mengatakan, sejak diterapkannya kebijakan naturalisasi kewarganegaraan etnis Tionghoa dan kebudayaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia.

“Turut memberikan kekayaan budaya lokal,serta memperkaya keragaman Indonesia yang lebih dikenal dengan multikulturaslisme. Perayaan Imlek 2569 dan even Cap Go Meh 2018, sebagai salah satu wahana perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan kebersamaan dalam  dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Ini ciri ciri dan jati diri bangsa Indonesia,” jelas Dodi.

Menurutnya, Kalbar memiliki penduduk yang beragam budaya dari etnis yang ada di tanah air dengan adat istiadat dan budaya  latar belakang  sejarah, bahasa, kepercayaan dan keyakinan yang berbeda beda.

Kendati demiian namun tetap tumbuh dan berkembangan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini terwujud apabila mengedepankan perbedaan budaya yang ada, namun melihat perbedaan itu sebagai kekayaan budaya.

“Mari tumbuhkan serta selalu memelihara rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pada perayaan hari besar keagamaan atau event kebudayaan daerah,”ajak Dodi. (mse) 

Berita Terkait