Pelelang se-Kalbar Kumpul di Putussibau

Pelelang se-Kalbar Kumpul di Putussibau

  Selasa, 6 September 2016 09:30
LELANG KENDARAAN: Peserta lelang berebut menawarkan harga lelang tertinggi untuk mendapatkan kendaraan yang dilelang Pemkab Kapuas Hulu, Senin (5/9) di halaman rumah dinas Sekda.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD), Senin (5/9), melelang 34 unit kendaraan dinas. Masing-masing terdiri dari 30 unit sepeda motor dan empat unit kendaraan roda empat.  Lelang yang dibuka Bupati AM Nasir mulai pukul 10.10 WIB tersebut, disambut antusiasme peserta lelang yang datang dari berbagai daerah di Kalbar.

 
Kegiatan lelang yang berlangsung di halaman rumah dinas Sekda tersebut dihadiri Sekda Muhammad Sukri, Kepala DPPKAD H Mohd Zaini, Asisten III HM Yusuf, dan pejabat lelang KPKNL Pontianak/RPL. Lelang yang berlangsung terbuka untuk umum ini disambut antusiasme peserta lelang. Mereka datang dari berbagai daerah sepeti Kota Pontianak dan Sintang.

Kepada wartawan, Kepala DPPKAD H Mohd Zaini mengatakan bahwa kendaraan yang dilelang tersebut terdiri dari kendaraan bermotor roda dua ada 30 unit dan empat unit kendaraan bermotor roda empat. "Pelelangan ini kami selenggarakan sesuai permintaan dari SKPD, karena sudah memenuhi persyaratan sesuai Permendagri 19 Tahun 2016, minimal sudah digunakan selama 7 tahun," jelasnya.

Dikatakannya, pengumuman lelang telah dilakukan terbuka. Sebelum dilakukan pelelangan aset Pemda tersebut, mereka telah melakukan uji kelayakan melalui Dinas Perhubungan setempat. Kemudian, dia menjelaskan, dari tim penguji pun dilakukan penilaian harga jual minimal kendaraan tersebut dalam pelelangan. "Kendaraan dinas yang kami lelang ini berasal dari berbgai SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati AM Nasir mengatakan, kegiatan pelelangan aset daerah yang baru kali pertama ini dilaksanakan di kabupaten yang dipimpinnya ini, dilaksanakan secara terbuka. Pesertanya, dikatakan dia, tidak dibatasi, di mana bukan hanya dari Kapuas Hulu, tapi juga daerah lain. "Pelaksanaan lelang ini sudah sesuai Permendagri, dan dibolehkan secara hukum dilakukan pelelangan," terang dia.

Nasir mengatakan, kendaraan roda dua yang dilelang tersebut seluruhnya berspesifikasi mulai dari tahun pembuatan 2003 hingga 2010. Sementara untuk roda empat, disebutkan dia jika tahun pabrikannya mulai dari 2006, 2008, dan 2009. "Masalah aset daerah ini harus tuntas. Karena ini mempengaruhi nilai opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Karena masalah aset daerah merupakan masalah serius yang harus diselesaikan," tuturnya.

Dikatakannya, untuk peserta lelang tersebut tidak hanya berasal dari kabupaten setempat, melainkan juga berasal dari daerah luar seperti Kabupaten Sintang dan Kota Pontianak. "Pengumuman lelang ini telah kami sampaikan di media cetak tanggal 31 Agustus 2016," katanya.

Abang Hamidi, masyarakat Putussibau yang menyaksikan pelelangan tersebut, menyambut baik kegiatan pelelangan terbuka kendaraan dinas milik Pemkab tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud keterbukaan pemerintah setempat terhadap aset-aset milik daerah, berupa kendaraan dinas. Dikatakannya, ini merupakan sejarah baru dari bentuk transparansi pemerintahan terhadap kepemilikan kendaraan dinas.

“Tidak seperti sistem dum yang sampai saat ini tidak jelas bagaimana sistemnya dan anggarannya, tahu-tahu sudah menjadi milik pribadi,” ucapnya.(aan)

 

 

Berita Terkait