Pelaku Diminta Serahkan Diri

Pelaku Diminta Serahkan Diri

  Selasa, 10 April 2018 11:00
JENGUK KORBAN: Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono bersama Ketua Bhayangkari, Wakapolda dan sebagian pejabat utama Polda Kalbar menjenguk Melanda, korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Siam. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Rumah Sakit Gratiskan Biaya Perawatan 

PONTIANAK - Kepala Kepolisian Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono memberikan atensi khusus terhadap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang warga, Melanda. Pelaku curas yang terjadi di Jalan Siam, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (7/3) pagi itu diminta menyerahkan diri.

"Saya imbau bagi pelaku untuk segera menyerahkan diri, sebelum polisi melakukan tindakan tegas," kata Kapolda, Irjen Pol Didi Haryono usai mengunjungi korban di RS Antonius Pontianak, kemarin.

Menurut Didi, apa yang menimpa Melanda adalah kejahatan yang menarik perhatian publik. Selain merupakan kejahatan jalanan, kasus itu juga menimpa masyarakat menengah ke bawah yang berusaha mempertahankan milik mereka, tanpa memikirkan nyawanya sendiri. 

Akibat tindak kejahatan tersebut, Melanda selaku korban mengalami luka yang sangat serius. Beberapa pembuluh darah di bagian tangan korban putus akibat dibacok pelaku. "Korban merupakan yatim piatu. Ia tinggal bersama bibinya dan berusaha mencukupi kebutuhan dengan bekerja di warung bakso. Sehingga memang perlu mendapat atensi dari kita semua," ujarnya.

Didi juga memberikan apresiasi kepada RS Antonius Pontianak yang bersedia menggratiskan biaya pelayanan rumah sakit khusus untuk Melanda. "RS Antonius memberikan pembebasan biaya rumah sakit. Karena mau dapat biaya dari mana lagi, gak ada biaya," katanya.

Saat kejadian, Melanda berusaha mempertahankan handphone dan dompetnya yang dirampas. “Ia bertahan dan tidak memperhatikan keselamatan jiwanya," sambung Didi.

Hal itulah yang menjadi atensi khusus Polda Kalbar kepada korban. Pihaknya bersama Ketua Bhayangkari, Wakapolda dan sebagian Pejabat Utama Polda Kalbar hadir untuk menyemangati korban.

Disinggung soal antisipasi, Didi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya. Namun, terkadang para pelaku kejahatan membidik waktu-waktu tertentu untuk melakukan aksinya.

Karena itu, Didi mengajak masyarakat Kalbar untuk turut peka terhadap kejadian di sekitarnya, terutama menyangkut kejahatan. Jika dilihat dari CCTV, menurutnya korban sempat terbaring di pinggir jalan. 

Ditemui secara terpisah, Direktur Utama RSU Santo Antonius, Dr Gede Sandjaya, Sp.OT (K) mengatakan, setelah kejadian tersebut sekira pukul 11:00 WIB, dirinya mendapat telepon dari orang pasar yang mengatakan bahwa ada pegawai tukang bakso di Jalan Siam terluka akibat pembacokan. Korban dikabarkan mengeluarkan banyak darah dan sedang dirawat di IGD Antonius.

"Kebetulan orang pasar itu tahu saya direktur di sini (RS Antonius Pontianak)," ucapnya. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa Melanda berasal dari keluarga tidak mampu. Sementara, di saat perawatan, korban membutuhkan banyak keperluan untuk pengobatan. Dia pun kemudian memutuskan untuk membantu korban. "Jadi saya bilang saya yang tanggung (biaya)," kata Gede. Setelah itu, semua berjalan dengan lancar. 

"Kita bisa bayangkan, seorang pekerja pada tukang bakso yang baru buka. Tukang baksonya belum rame. Jadi karena saya kenal dengan orang yang nelpon itu memang tidak berbohong, saya putuskan ini gratis semua. Dia sudah bayar Rp800 ribu nanti kita kembalikan semua," tambahnya. (arf)
 

Berita Terkait