Pelaku Cabul Diciduk

Pelaku Cabul Diciduk

  Senin, 13 May 2019 12:01
CIDUK : Pelaku cabul saat diamankan oleh anggota Polsek Nanga Tayap.

Berita Terkait

Ancam Permalukan Korban 

NANGA TAYAP - Kepolisian Sektor Nanga Tayap menangkap seorang pemuda yang melakukan pencabulan terhadap gadis remaja berusia 16 tahun, DMS. Burhanudin (20) ditangkap karena melakukan pencabulan dan mengancam akan mempermalukan korban jika tidak menuruti kemauannya.

Burhanudin ditangkap di kediamannya di Desa Siantau Raya Kecamatan Nanga Tayap pada Jumat (10/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap, karena menyadari kesalahannya. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Tayap untuk kemudian dilimpahkan ke Unit PPA Polres Ketapang guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, mengatakan penangkapan terhadap Burhanudin atas laporan orang tua korban. Orang tua korban menganggap pelaku telah mencabuli dan mengancam akan mempermalukan korban jika tidak menuruti kemauan pelaku. 

"Orang tua korban melapor Jumat (10/5) dan hari itu juga pelaku ditangkap," katanya, kemarin (12/5).

Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, kata Yury, pelaku ini masuk ke rumah korban di saat rumah korban sepi. Pada Kamis (9/5) malam, saat orang tua korban pergi melaksanakan salat tarawih, pelaku menyelinap masuk ke kamar korban. Pelaku melakukan aksi tak senonoh. "Pelaku meraba-raba bagian intim tubuh korban," jelasnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengancam akan memberitahu kepada teman-teman korban dan pelaku jika korban telah diraba-raba oleh pelaku. Karena merasa diancam itulah, korban menuruti kemauan pelaku. "Korban mengaku telah dilecehkan sejak April lalu," ungkap Yury.

Perbuatan pelaku akhirnya diketahui oleh ibu korban. Ibu korban yang baru datang salat tarawih melihat pelaku keluar dengan melompat dari jendela kamar korban. Pelaku kemudian lari dan bersembunyi di semak-semak di belakang rumah korban. Mengetahui hal itu, ibu korban menanyakan apa yang dilakukan pelaku. Korban pun menceritakan semuanya.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, ayah korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Nanga Tayap. Polisi pun melakukan penyedilikan dan meminta keterangan terhada korban dan pelapor. Polisi akhirnya menjemput pelaku di kediamannya di Desa Siantau Raya Kecamatan Nanga Tayap. "Pelaku ini sempat bersembunyi, tapi akhirnya tidak berkutik," ungkapnya.

Korban merupakan pelajar di salah satu SMP di Kecamatan Nanga Tayap. Sementara pelaku merupakan petani kebun sawit. Kejadian ini terjadi di rumah korban di Dusun Sungai Pandan RT 04/02 Desa Siantau Raya Kecamatan Nanga Tayap.

Guna mempetanggungjawabkan perbuatannya, pelaku saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Ketapang. Pelaku disangkakan dengan Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (afi)

Berita Terkait