Pelajar SMPN 22-SDN 15 Direlokasi ke Sekolah Terdekat

Pelajar SMPN 22-SDN 15 Direlokasi ke Sekolah Terdekat

  Senin, 29 April 2019 11:04
CEK LOKASI: Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak, Akbar Riyanto bersama rombongan saat melakukan pengecekan ke lokasi runtuhnya SMP 22, Sabtu (27/4) pagi. Istimewa

Berita Terkait

Dewan Panggil Pejabat Disdikbud`

PONTIANAK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak berencana memanggil sejumlah pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, terkait runtuhnya bangunan SMPN 22 akhir pekan lalu. Komisi D DPRD-yang membidangi pendidikan—juga akan mencari tahu apakah sebelum kejadian, kondisi bangunan pernah dilaporkan ke pihak dinas.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi D, Akbar Riyanto kepada Pontianak Post, Minggu (28/4) siang. “Kami sudah cek langsung ke lokasi kejadian, kalau dilihat konstruksinya tidak memungkinkan, ditambah lagi tanah di situ kan gambut, sangat-sangat rawan,” ucap Akbar.

Akbar berharap, dalam pekan ini sudah bisa digelar pertemuan dengan sejumlah pihak. Mulai dari Disdikbud, kemudian Dinas Pekerjaan Umum. “Berdasarkan pengecekan kami, inikan dibangun sekitar tahun 2001. Jadi sudah lama. Kan sebenarnya sudah terlihat banyak bagian yang lapuk. Nah ini sudah pernah dilaporkan ke dinas belum?” ucap Akbar. Dia juga berharap dinas terkait melakukan pengecekan bangunan sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak. Terlebih yang masuk dalam kategori rawan runtuh. “Harus dipantau. Ini kerjaan instansi teknis lah, karena mereka yang lebih tahu,” ucap Akbar.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Paryono memastikan evakuasi pemindahan tempat belajar mengajar siswa SMPN 22 Pontianak dan SDN 15 Pontianak yang bangunannya runtuh, Jumat sore dapat dilakukan dengan cepat. Diperkirakan, proses pembelajaran kembali normal pada Kamis mendatang.

“Saat ini kami tengah melakukan koordinasi bersama kepala sekolah SMPN 22 dan SDN 15 Pontianak terkait relokasi penumpangan sementara dua sekolah yang bakal ditempatkan di SMP 6 Pontianak dan SD 14 Pontianak. Besok (hari ini) rencananya, peninjauan di dua sekolah tumpangan akan dilakukan,” terang Paryono, Minggu kemarin.     

Nanti lanjut dia, ke dua kepala sekolah akan bertemu guna membicarakan terkait peminjaman kelas sementara buat para pelajar  SMP 22 dan SD 15 Pontianak belajar. 

Informasi yang Paryono terima dari Kepala Sekolah SMP 22 Pontianak, diperlukan enam rombel buat kegiatan belajar mengajar. Masing-masing buat kelas tujuh dan kelas delapan. Perkiraanya jika sekolah yang ditumpang tak mampu menampung, maka kemungkinan besar jam belajar mereka bisa dialihkan pada sore hari. Begitu juga dengan jam belajar mengajar di SD 15 Pontianak baru akan diketahui setelah pertemuan kedua kepala sekolah dilakukan.

Ditanya kerusakan sampai hilangnya berkas-berkas penting, dijelaskan Paryono sampai kini masih melakukan pendataan rinci. Utamanya untuk barang-barang seperti komputer dan meja kursi. Untuk berkas, saran dia, para guru dapat mencari yang sekiranya masih bisa terselamatkan. “Kalau data siswa saya pastikan aman karena tersimpan di ruang yang tak ikut runtuh,” ungkapnya.

Pada hari pertama masuk pasca runtuhnya SMP 22 dan SD 15 Pontianak, Paryono mengintruksikan para kepala sekolah dan guru untuk memberi motivasi pada siswanya agar tak sedih. Wali Kota juga telah menyatakan bahwa sekolah tersebut akan dibangun kembali. 

Koordinasi guru dengan orang tua murid di dua sekolah yang tertimpa musibah bangunan runtuh, dipandang Paryono sudah dilakukan. “Mereka sudah miliki grup yang terhubung ke orang tua siswa. Jadi saya yakin, koordinasi antara pihak sekolah dengan orang tua akan berjalan baik. Mudah-mudahan dalam evakuasi penumpangan berjalan cepat, sehingga Selasa sudah bisa pindah, dan Kamisnya sudah belajar seperti biasa, dikarenakan Rabu tanggal merah,” tutupnya.(bob/iza)

Berita Terkait