Pekka Berikan Pelatihan Kecantikan Gratis

Pekka Berikan Pelatihan Kecantikan Gratis

  Rabu, 7 September 2016 09:30
KURSUS GRATIS: Sejumlah kaum perempuan tampak antusias mengikuti kursus salon kecantikan di Gang Anugrah Kelurahan Parit Mayor,Pontianak Timur. HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Fasilitasi Tingkatkan Skill Kaum Hawa 

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan kaum perempuan. Seperti yang dilakukan Serikat Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Wilayah Kalbar dengan memberikan pelatihan salon kecantikan secara gratis bagi kaum hawa. 

Ashri Isnaini, Kubu Raya 

HARI mulai beranjak siang, sekitar pukul 13.00 saya berkesempatan mengunjungi sekretariat Pekka Kubu Raya di Jalan Tanjung Raya II Gang Anugrah Kelurahan Parit Mayor. 

Saat menginjakkan kaki di bangunan dengan luas sekitar 6x5 meter itu, saya melihat belasan ibu-ibu dan remaja puteri tampak sibuk melakukan creambath dan menggunting rambut beberapa warga setempat dengan peralatan  seadanya.  

Bukannya sedang bekerja di salon kecantikan, kaum perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Kubu Raya dan Kota Pontianak ini sedang mengikuti pelatihan salon kecantikan secara gratis yang difasilitasi Pekka Wilayah Kalbar yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan kosmetik. 

Seorang peserta kursus, Hasani (32) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan salon kencantikan yang digelar secara gratis. Warga Desa Sungai Bemban Kecamatan Kubu ini mengaku juga mendapat dukungan dari sang suami untuk meningkatkan potensi dirinya. Bahkan dirinya rela berpisah beberapa hari dari sanak keluarga hanya untuk mengikuti pelatihan salon kecantikan tersebut. 

”Jarak dari desa saya ke tempat kursus inikan lumayan jauh, jadi setelah mendapat izin dari suami, saya putuskan untuk empat hari nginap di tempat kurus dan setelah itu saya pulang ke desa,” kata Hasani. 

Saat ditanya motivasi untuk mengikuti kursus salon kecantikan, Hasani menjawab, selain ingin meningkatkan potensi dan bakat yang dia miliki. Dia juga bercita-cita suatu saat bisa membuka salon kecantikan di desanya. ”Hingga saat ini sulit mencari salon kecantikan di desa saya. Kalaupun ada, hanya salaon sederhana saja,” terangnya.  

Hal senada juga dikatakan peserta kursus salon kecantikan lainnya, Rabuna (31), yang berkeinginan bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja di salon. “Kalau sudah dapat ilmunya otomatis saya bisa lebih siap untuk bekerja,” ucapnya. 

Ibu dua anak ini menambahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat, jika ada rezeki lebih, dirinya juga akan membuka usaha salon sendiri di rumah. “Jadi selain bisa bantu suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, saya juga punya banyak waktu untuk menjaga dan berkumpul dengan anak-anak di rumah,” ungkapnya. 

Melihat besarnya dampak positif dari kursus yang digelar secara gratis tersebut, baik Hasani maupun Rabuna berharap agar kedepan Pekka Wilayah Kalbar bisa memfasilitasi kaum perempuan untuk bisa mendapatkan pelatihan secara gratis dibidang lainnya seperti memasak, membuat kue dan lainnya. 

"Jika kaum perempuan sudah dibekali dengan peningkatan kapasitas skill yang lebih baik. Otomatis akan lebih mudah membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Setidaknya kami kaum perempuan ini bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Fasilitator Lapangan Pekka Wilayah Kalbar, Kholilah mengatakan pelatihan salon kecantikan yang dilakukan  salah satu tujuannya yakni ingin meningkatkan bakat, minat dan skill pada kaum perempuan. “Diharapkan usai mengikuti pelatihan salon kecantikan ini, para peserta sudah siap masuk ke dunia kerja, misalnya bekerja di salon kecantikan. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka juga bisa buka usaha salon kecantikan,” katanya.

Selain di Kalbar, program peningkatan pemberdayaan dan kapasitas kaum perempuan ini kata Kholilah juga dilakukan di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. "Karena pelatihan ini gratis saya harap kaum perempuan yang ada di sekitaran Kubu Raya dan Kota Pontianak bisa memanfaatkannya dengan baik," ungkapnya. 

Sementara itu, trainer kursus salon kecantikan, Santi mengatakan pelatihan salon kecantikan tersebut telah dilakukan sejak Agustus tahun 2015. 

”Dari sekitar 60 orang dari 4 angkatan sebelumnya, saat ini sudah ada beberapa peserta yang bekerja bahkan membuka usaha salon sendiri,” kata Santi. 

Kursus salon kecantikan sendiri dilakukan selama lima bulan dengan empat kali pertemuan dalam satu minggu. Dalam satu angkatan dibuka dua kelas. Dengan rincian satu kelas jumlah pesertanya maksimal 15 orang. 

“Jadi tiga bulan kami berikan teori dan praktik di dalam kelas, selebihnya dua bulan kami berikan kesempatan peserta untuk magang langsung di beberapa salon profesional yang ada di Kubu Raya, Kota Pontianak dan sekitarnya,” jelas Santi. (**) 

Berita Terkait