Peduli Kesehatan Ibu dan Anak,

Peduli Kesehatan Ibu dan Anak,

  Senin, 13 May 2019 12:01
PENDAMPINGAN POSYANDU: Babinsa Koramil 1202-12/Samalantan Kopral Satu Rustam, bekerjasama dengan instansi dan dinas terkait melaksanakan pendampingan kegiatan posyandu, bertempat di Dusun Seperak, Desa Sabau, Kec. Samalantan Kab. Bengkayang.PENDAMPINGAN POSYANDU: Babinsa Koramil 1202-12/Samalantan Kopral Satu Rustam, bekerjasama dengan instansi dan dinas terkait melaksanakan pendampingan kegiatan posyandu, bertempat di Dusun Seperak, Desa Sabau, Kec. Samalantan Kab. Bengkayang. ISTIMEWA

Berita Terkait

Babinsa Samalantan Bantu Posyandu

BENGKAYANG--Babinsa Koramil 1202-12/Samalantan Kopral Satu Rustam, bekerjasama dengan instansi dan dinas terkait melaksanakan pendampingan kegiatan posyandu, bertempat di Dusun Seperak, Desa Sabau, Kecamatan Samalantan, Bengkayang, baru baru ini.

Hal ini guna mewujudkan suksesnya program balita sehat dan keluarga berencana (KB), merupakan salah satu posyandu di wilayah binaan Koramil 1202-12/Samalantan. Kegiatan diawali dengan penimbangan Balita, pemberian vitamin untuk membantu pertumbuhan anak dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Dandim 1202/Skw Letkol Arm Viktor J.L Lopulalan, S.Sos., menyampaikan kegiatan Posyandu sangat penting di lakukan untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan berkualitas. Posyandu juga merupakan wadah pemeliharaan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan.

Lanjutnya, mengingat pentingnya posyandu dalam menjaga kesehatan masyarakat, dihimbau kepada masyarakat khususnya yang memiliki anak dan ibu hamil, untuk selalu rutin secara aktif datang ke posyandu untuk melaksanakan pemeriksaan. "Semoga dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya posyandu, agar kualitas kesehatan dan gizi dapat terjaga dengan baik," ucapnya.

Pada kesempatan itu juga, Koptu Rustam menyempatkan menjenguk seorang warga Dusun Seperak, Desa Sabau, RT 10 Klawik, Kecamatan Samalantan, Sdra. Riko (17) yang mengalami gangguan syaraf sehingga menyebabkan cacat. Saat ini Sdra Riko tinggal bersama ibunya, sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. (har)

Berita Terkait