Peduli dan Peka Kondisi Warga, Ogah yang Korup

Peduli dan Peka Kondisi Warga, Ogah yang Korup

  Rabu, 28 September 2016 09:30

Berita Terkait

Asa besar warga Singkawang terhadap calon Walikota-Wakil Walikota saat pilkada serentak sebentar lagi. Harapan pada pemerintahan lima tahun mendatang, diharapkan mampu memajukan kota ini. Pemimpin harus peduli nasib warganya dan tidak korup.

 

 

 

Hari Kurniathama, Singkawang

 

PASANGAN bakal calon walikota-wakil walikota Singkawang yang mendaftarkan diri ke KPU Kota Singkawang sudah tersebar luas. Masyarakat pun tinggal menunggu, siapa pasangan yang bakal terpilih 2017 mendatang.

Memang belum dipastikan siapa yang dipilih, namun penentuannya di hari pencoblosan, namun secara umum warga Singkawang siapapun memimpin Singkawang, diminta untuk  peduli dengan warga.

“Kalau saya pilih yang peduli. Maksunya peduli disini mereka perhatian kepada masyarakat terutama masalah masyarakat dengan pemerintah,” kata Mariati warga Kelurahan Condong Singkawang tengah ditanya soal pilkada.

Informasi soal pilkada Singkawang ini diperoleh dari koran, media online hingga media sosial. Bahkan tak jarang, Mariati ditanya soal siapa yang akan dipilih.

“Tapi itu rahasia nanti waktu nyoblos saja,” katanya. Jika saat ini dilakukan Pilkada, wanita berusia 34 tahun ini menginginkan sosok pemimpin amanah, bertanggung jawab dan yang jelas tulus melayani masyarakat. Persoalan ada atau tidak tipe-tipe pemimpin ia harapkan itu bisa dilihat sewaktu mendapatkan amanah dan menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau saya inginnya seperti itu, jangan sewaktu mau jadi baik dengan warga, kan ada maunya, harusnya tulus dari awal dong,” katanya.

Lain halnya Gunadi, warga Keluarahan Melayu Singbar, mengingkan pemimpin kota Singkawang kedepan bukanlah koruptor.

“Kalau dah korupsi memang sakit rakyat, kita mau wilayah kota ini maju. Jika ada anggaran untuk warga jangan dipotong,” harapnya. Selain itu, kata dia, pemimpin kedepan haruslah benar-benar mendata orang kurang mampu sehingga mendapatkan program dari pemerintah.

Ia tidak mau membahas pemerintahan yang saat ini dipimpin Awang Ishak, karena pria 45 tahun ini mengatakan calon pemimpin saat ini pasti tahu kondisi Singkawang. “karena mereka sudah banyak tahu maka yang baik ditingkatkan dan yang kurang diperbaiki,” katanya.

Terkait infratruktur, kata dia, Singkawang ini sudah lumayan di wilayah kotanya hanya saja perlu pembenahan disisi normalisasi pembuangan air. “Kan kalau musim air pasang ada sejumlah jalan tergenang, ini harus jadi perhatianlah. Untuk caranya mereka lebih tahu,” ujarnya sambil tersenyum.

Begitu juga dari sektor pendidikan, bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kota Singkawang berharap sosok pemimpin kepala daerah kedepan mereka yang peduli akan kemajuan pendidikan.

“Oleh sebab itu kepedulian calon walikota-wakil walikota  akan melihat visi dan misi para calon, mana yang benar-benar peduli pendidikan, peduli guru, peduli PGRI,” ungkap Ketua PGRI Kota Singkawang, Jaka Kelana dimintai responnya terhadap tahapan Pilwako yang sedang berjalan saat ini.

Pihaknya, kata dia, akan melihat visi dan misi setiap pasangan calon kepala daerah, karena tentunya salah satu bidang dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia adalah pendidikan tanpa mengabaikan bidang-bidang lainya. “Karena bagi kami komitmen kepala daerah sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan,” katanya.

Peduli pendidikan, kata Jaka, maknanya luas, tidak semata kualitas pendidikan dalam artian pembelajaran, pemenuhan sarana-prasarana sekolah, atau layanan publik di bidang pendidikan semata melainkan menyangkut kesejahteraan guru itu sendiri. “Perhatian terhadap guru bagian tidak terpisahkan dalam upaya membangun kualitas pendidikan di kota Singkawang khususnya,” katanya.

Setidaknya kurang lebih 3.000 guru yang tersebar di kota Singkawang mulai dari tingkat TK hingga SMA sederajat berharap kepemimpinan kepala daerah lima tahun mendatang terhadap dunia pendidikan semakin meningkat. 

Dari sektor perekonomian, tokoh Pemuda Singkawang, Andi Viktorio, berharap figur yang terpilih bisa membawa perubahan di sektor perekonomian dan menyelesaikan kesenjangan sosial masyarakat. “Harapa kita pasangan terpilih kompak, saling bahu membahu merangkul semua lapisan masyarakat untuk  membangun kota ini,” katanya.

Selain itu menurut Andi, calon pemimpin kedepan haruslah mereka yang tidak mementingkan kelompok  alias tidak ekklusif melainkan sungguh-sungguh memajukan masyarakat kota Singkawang. (*)

Berita Terkait