Pedagang Tolak Pasar Ikan Jungkat

Pedagang Tolak Pasar Ikan Jungkat

  Selasa, 27 September 2016 09:32
SPANDUK: Pedagang menolak pembangunan pasar ikan jungkat dengan memasang spanduk di lokasi pekerjaan. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Ancam Segel dan Robohkan Lapak

MEMPAWAH-Pembangunan Pasar Ikan Jungkat senilai Rp 2, 4 miliar menuai protes dari pedagang setempat, Senin (26/9) pagi. Pasalnya, jumlah lapak yang akan dibangun pemerintah tidak sesuai keinginan pedagang. Aksi penolakan itu disampaikan dengan membentangkan spanduk di lokasi pekerjaan.

Selentingan penolakan dari pedagang terkait pembangunan pasar ikan tersebut sudah terdengar sejak lama. Hanya saja, pemerintah tak bergeming dan tetap merealisasikan pembangunan sesuai perencanaan. Merasa aspirasinya tak didengarkan pemerintah, pedagang pun mengambil tindakan tegas dengan melakukan aksi penolakan.

 “Kawan-kawan pedagang protes karena pembangunan ini tidak sesuai dengan yang kami inginkan. Kami ingin lapak atau meja yang dibangun sebanyak 16 buah, tetapi pemerintah bersikukuh membangun 20 buah,” terang Sabirin, salah seorang pedagang yang ikut dalam aksi penolakan itu.

Mereka khawatir jika dibangun 20 buah lapak, maka akan mempersempit lokasi pasar. Akibatnya, ukuran setiap lapak atau meja lebih kecil dari sebelumnya. Para pedagang ini pun merasa dirugikan.

 “Ketika sosialisasi di Kantor Camat, kami sudah menyampaikan penolakan ini. Karena, jika tetap dipaksakan dibangun 20 meja maka ukurannya akan lebih kecil. Sedangkan kami butuh meja yang ukurang besar untuk menempatkan dagangan,” tuturnya.

Pedagang ikan lainnya, Ali Aswat menyebut perihal jumlah lapak atau meja yang akan dibangun di Pasar Ikan Jungkat telah disepakati bersama sejak tahun 2013 silam. Ketika itu, pemerintah daerah menyanggupi untuk memenuhi keinginan pedagang untuk membangun 16 meja atau lapak ikan.

 “Namun, setelah direalisasikan ternyata tidak sesuai perjanjian semula. Justru dibangun 20 meja hingga ada kelebihan 4 meja. Makanya, kami merasa kecewa dan kesal, pemerintah daerah tidak menepati janji. Lantas kelebihan 4 meja itu untuk siapa,” geramnya mempertanyakan.

Meski demikian, Bang Ali begitu dia akrab disapa menuturkan, pihaknya tidak keberatan jika ada kelebihan meja. Asalnya, ukuran meja yang dibangun sesuai dengan ukuran sebelumnya yakni panjang 2 meter dan lebar 1, 5 meter.

 “Jika pembangunan ini tidak sesuai dan tetap dilanjutkan pemerintah, maka akan kami segel kelebihan 4 meja itu. Agar tidak ada siapapun yang boleh menempatinya. Bila perlu kami robohkan saja kelebihan meja itu,” ancamnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi UKM, Pertambangan dan Sumber Daya Energi (Disperindagkoptamben), Darwin menegaskan, pembangunan pasar ikan Jungkat telah sesuai prosedur. Sebelum pembangunan dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang setempat.

“Dalam sosilaisasi itu, semuanya setuju dengan pembangunan tersebut. Makanya, saya ingin bertemu langsung dengan perwakilan pedagang ikan disana (Jungkat) untuk membicarakan permasalahan ini,” harapnya.

Dilain pihak, Kepala Desa Jungkat, Yusbandi mengaku pihaknya telah mendapatkan surat tertulis dari pedagang ikan terkait kelebihan lapak ikan itu. Namun, Yusbandi mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran pembangunan tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah daerah.

“Pembangunan pasar ikan ini bukan ranah desa, melainkan kewenangan pemerintah daerah melalui instansi terkait. Saya berani bersumpah, tidak ada kepentingan apapun dalam pembangunan ini. Secara pribadi saya berpendapat kelebihan lapak itu dimaksudkan pemerintah untuk meningkatkan retribusi dan membuka lapangan pekerjaan,” pendapatnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Perdagangan yang ketika itu masih dijabat Torbiansyah menjelaskan, jumlah meja atau lapak di Pasar Ikan Jungkat awalnya sebanyak 24 unit. Namun, seiring waktu hanya ada 16 meja yang sampai sekarang digunakan pedagang.

Kementrian pun mengusulkan agar dikembalikan 24 meja. Namun, pihaknya berkeinginan 20 meja. Pertimbangannya, agar ukuran meja tidak terlalu kecil. Dengan jumlah 20 meja, maka setiap meja memiliki panjang 1, 20 meter dan lebar 1, 8 meter.

Sedangkan kelebihan 4 meja itu nantinya akan diserahkan kepada asosiasi pedagang ikan setempat untuk dikelola dengan baik. Setelah disepakati pedagangnya, nanti akan dibuatkan izin usahanya. Pembangunan pasar ikan ini diperkirakan tuntas pada Desember 2016 mendatang.(wah)

Berita Terkait