Pedagang Pasasr Jarai Pilih Jualan di Luar Pasar

Pedagang Pasasr Jarai Pilih Jualan di Luar Pasar

  Rabu, 19 June 2019 10:31
BERTEMU. Sejumlah pedagang dan instansi terkait melakukan pertemuan mengenai polemik pengelolaan Pasar Jarai di Sanggau. sugengrohadi/pontianakpost

Berita Terkait

Pendapatan Menyusut, Minta Akses Diperbesar 

Pasar tempat transaksi penjual dan pembeli, selayaknya diberikan fasilitas memadai. Karena fasilitas minim, sebagian pedagang ogah berjualan di pasar. Mereka memilih ke luar pasar, hingga lebih leluasa. Di Pasar Jarai, kota Sanggau misalnya. Akses masuk sempit. Pembeli pun enggan masuk ke pasar.

Sugeng, SANGGAU

HARI masih pagi. Selayaknya, itulah masa dimana sebuah pasar tradisional sedang ramai-ramainya. Tetapi, tidak di Pasar Jarai, kota Sanggau. Sejumlah pedagang mengeluh. Pembeli hanya sebatas lewat. Akses tak memadai, membikin penghasilan pedagang terus menurun. Pemerintah pun diminta tanggap. Warga pasar minta pemerintah mengkaji ulang kondisi pasar tersebut. 

Perwakilan Pedagang Kaki Lima, Irwan ketika ditemui Pontianak Post mengungkapkan beberapa pedagang memilih berjualan di luar pasar tersebut mengingat kondisi akses masuk yang tidak maksimal sehingga menyebabkan penghasilan yang relatif menurun. 

Untuk menghindari kondisi tersebut, sejumlah pedagang memilih menggelar dagangannya di luar bangunan dan di lokasi Pasar Seroja. 

Akibatnya, Selasa (18/6) pagi kemarin sempat digelar pertemuan antara pedagang dan instansi terkait untuk mengembalikan mereka berjualan di tempat semula. 

Iwan mengharapkan akses masuk terutama pintu masuk tidak hanya dibuat satu. Akses masuk sangat penting karena berpengaruh dengan letak petak atau lapak yang ditempati pedagang. 

Petak-petak pedagang di pojokan akhirnya berdampak karena pembeli hanya berada di petak jualan yang ada di dekat akses masuk. 

"Kalau aksesnya begitu, kasian yang di pojok-pojok. Pembeli kadang hanya di depan akses masuk. Jelas ini mengurangi pendapatan bagi penjual. Kami harap akses masuk bisa lebih besar dan terbuka. Kalau begini terus akan sulit rasanya," jelas dia. 

Perwakilan pedagang lainnya, Sabirin mengatakan sedikitnya ada lima puluhan pedagang yang saat ini keluar dari petak jualan mereka dan memilih tempat di luar termasuk di Pasar Jarai yang lokasinya berdekatan untuk menjual dagangan mereka. 

Ia berharap, pengelolaan mesti dilakukan lebih serius. Utamanya, lanjut dia, petak jualan juga mesti diutamakan bagi pedagang kaki lima yang sudah di data sebelumnya. Hal ini untuk memastikan bahwa pembangunan pasar tersebut benar-benar untuk kepentingan PKL yang semestinya. 

Kepala Dinas Perindagkop Sanggau, Syarif Ibnu Marwan mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan pengelolaan pasar tersebut kepada pihak kecamatan. 

"Pengelolaannya sudah kami serahkan kepada kecamatan," ujarnya via seluler. 

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kapuas, Alipius menyampaikan sejatinya pihaknya belum menerima surat penyerahan kewenangan tersebut. Meski demikian, pihaknya akan coba menindaklanjuti permasalahan yang muncul ke permukaan sebagaimana tuntutan para pedagang. Adapun tahapan dari kecamatan yakni akan menemui perwakilan pedagang. Setelah jelas duduk permasalahannya baru nanti mudah-mudahan bisa dibentuk paguyuban atau pengurusnya. 

"Kami akan panggil perwakilan pedagang untuk membicarakan bagaimana mengelola pasar itu dengan baik nantinya. Kemudian, bentuk paguyuban atau pengurus pasar supaya nanti bisa tertata dengan baik," katanya ditemui di ruang kerjanya. 

Berkenaan tuntutan penataan seperti pembangunan itu tidak ada kewenangan di camat tetapi kewenangannya di Disperindagkop. Pihaknya hanya membantu penataan pedagangnya dan retribusi saja. 

"Kami membantu restribusi dan penataan pedagang. Berkaitan bangunan tidak ada di kami. Yang pasti kita akan segera gelar pertemuan agar masalahnya tidak berlarut-larut. Harapan saya bisa didiskusikan nanti dan menemui solusi," jelasnya. 

Ia berharap pedagang tetap bisa tenang dan jangan membuat hal-hal yang melanggar hukum sampai nanti adanya pembicaraan antara pihak kecamatan dan perwakilan pedagang. (*)

Berita Terkait