Pecat Aparat Terlibat Narkotika

Pecat Aparat Terlibat Narkotika

  Selasa, 2 April 2019 08:56
PEMUSNAHAN: Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono memusnahkan sabu dan ekstasi di Halaman Mapolda, Senin (1/4). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepolisian Daerah Kalbar dan Badan Narkotika Nasional Kalbar memusnahkan sabu seberat lebih dari empat kilogram dan 1,33 gram ekstasi di halaman Mapolda Kalbar, Senin (1/4). Barang bukti ini hasil tangkapan periode Februari dan Maret 2019.

Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono mengatakan pemusnahan barang bukti yang dilakukan bersama BNN Kalbar ini merupakan hasil tangkapa dari sembilan tersangka di lima tempat kejadian perkara.

“Tersangka ada sembilan orang. Delapan pria dan satu wanita,” kata Didi.

TKP pertama, dua pria berinisial SW dan RM yang berhasil ditangkap di Pontianak Timur membawa sabu seberat 2.009 gram. TKP kedua, tiga pria berinisial RS, LKL, IA yang ditangkap di Jalan Gajah Mada, Pontianak yang membawa sabu seberat 2.046 gram. 

TKP ketiga, seorang pria berinisial SI yang diringkus di Pontianak Timur membawa narkotika 3,83 gram dan ekstasi 0,59 gram. Kemudian TKP keempat, seorang wanita berinisial SH yang ditangkap di Pontianak Timur dengan barang bukti sabu seberat 32,83 gram. TKP kelima dua pria berinisial MA dan SM ditangkap di Jalan Sungai Sambas, Pontianak Timur.

“Setelah semua tersangka dikumpulkan dan periksa. Juga sudah kita kembangkan, tentunya barang bukti ini kita kumpulkan dan kita musnahkan. Harus kita musnahkan,” tegas Didi.

Didi melanjutkan, jika dirupiahkan hasil dari sejumlah barang bukti yang dimusnahkan pada penangkapan ini kurang lebih bernilai Rp8 miliar. 

Didi dengan penangkapan ini berhasil menyelamatkan ribuan masyarakat di sekitar Pontianak dari bahaya barang haram ini.

“Jika kita asumsikan satu gram sabu untuk dipakai delapan orang. Maka kita sudah berhasil menyelamatkan sekitar 32.767 jiwa dari bahaya narkoba jenis sabu ini. Begitu juga ekstasi yang bisa diasumsikan satu gramnya bisa digunakan untuk 3 orang, tinggal dijumlahkan saja berapa yang diselamatkan dari total keseluruhan,” terang Kapolda.

Didi menegaskan tidak akan ada toleransi bagi yang ketahuan apalagi pengedar untuk kasus penyalahgunaan narkotika. Termasuk apabila ada anggota aparat kepolisian sekalipun, dikatakannya tetap akan diberikan ganjaran tegas seduai dengan hukum yang berlaku.

“Kalau ada polisi yang kedapatan pakai narkoba kita akan tindak tegas, langsung pecat. Karena sudah menjadi tugas kita bersama untuk bangun kalbar sebagai zero narkoba, maka tindak tegas tentunya harus sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (sig)

Berita Terkait