PDAM Menyediakan Empat Ribu Sambungan Air Bersih

PDAM Menyediakan Empat Ribu Sambungan Air Bersih

  Kamis, 17 January 2019 10:50
BERSIH: Penyediaan air bersih mesti menyentuh masyarakat terbawah. INTERNET

Berita Terkait

Program Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Masyarakat berpenghasilan rendah akan menerima bantuan sambungan air bersih. Ada empat ribu jatah sambungan yang disediakan tahun ini. Hal tersebut karena Pemerintah Kota Pontianak telah memberikan penyertaan modal kepada PDAM Tirta Khatulistiwa. 

MIRZA, Pontianak

WAKIL Wali Kota Pontianak, Bahasan mengungkap tahun ini PDAM Tirta Khatulistiwa mendapat empat ribu penyambungan air bersih melalui  bantuan program pemerintah tentang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Demikian dikatakan usai menghadiri Sidang Paripurna tentang lima raperda Kota Pontianak di Gedung DPRD Pontianak, Rabu kemarin.

“Tahun ini PDAM kembali diberi penyertaan modal oleh Pemkot buat modal hibah air minum bagi masyarakat Berpenghasilan Rendah,” terang Bahasan.

Terkait modal penyertaan ke PDAM, jelas dia, juga merupakan salah satu pembahasan dari lima raperda yang diajukan. Memang lanjut dia, program MBR sudah difokuskan Pemerintah Pontianak sejak tahun lalu dengan capaian sambungan air bersihnya mencapai tiga ribu sambungan. 

Di tahun ini program MBR kembali dilanjutkan dengan jumlah lebih besar dari pada tahun lalu. “Besarannya mencapai empat ribu sambungan air bersih,” terangnya.

Semua dilakukan demi mewujudkan peningkatan jumlah layanan dengan capaian 80 persen. Bahasan optimis capaaian layanan air bersih dapat mencapai seratus persen dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. 

Soal kebocoran air bersih memang tak dipungkiri dia, masih terjadi. Dari data yang ia dapat dari PDAM kebocoran tahun 2018 berada di angka 28 persen. PDAM menargetkan, kebocoran dapat diturunkan di 2019 ke angka 26 persen.

Sementara itu anggota DPRD Pontianak, Herman Hofi Munawar justru melihat tunggakan masyarakat pada PDAM yang jumlahnya mencapai Rp 31 milyar. “Ini mencengangkan. Kenapa bisa terjadi seperti itu, bagaimana pengawasan manajemen pemasaran PDAM,” tanya dia.

Agar pemasaran PDAM ke depan berjalan dengan baik, ia minta Pemkot Pontianak melakukan evaluasi internal PDAM. Jangan sampai alasan tunggakan pembayaran PDAM masyarakat berakibat pada buruknya kualitas air yang disalurkan ke publik. 

“Pemkot segera evaluasi ini, utamanya pada kinerja internal  PDAM,” tutupnya.(*) 

Berita Terkait