Pawang Ular Tewas Dipatok, Jasadnya pun Dikelilingi Ular

Pawang Ular Tewas Dipatok, Jasadnya pun Dikelilingi Ular

  Selasa, 10 July 2018 08:52

Berita Terkait

Rizky Ahmad alias Dewa, 19, sang pawang ular yang dipatuk King Kobra pada Minggu (8/7) lalu akhinya meninggal dunia pada Senin (9/7). Rizky sempat mendapatkan perawatan sekitar 25 jam di di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalteng.

-----------

MENINGGALNYA Rizky diwarnai sebuah ritual yang menarik perhatian warga sekitar. Pihak keluarga belum sepenuhnya percaya bahwa Rizky telah kehilangan nyawa. Mereka percaya Rizky bisa hidup lagi.

Keyakinan itu mereka rasakan lantaran kondisi suhu tubuh Dewa masih hangat. Wajahnya tidak begitu pucat. Sekitar leher sesekali mengeluarkan butiran keringat.

“Pihak keluarga terus berharap adanya mukjizat. Memang, korban sebelumnya sudah sempat mau dimandikan, namun saat dipegang badannya kok hangat. Oleh sebab kami keluarga tidak mau memandikannya dulu. Meski lubang kuburan sudah selesai digali,” kata Ayah korban,Suwardi, Senin (9/7) sore.

Menjelang petang, ada beberapa orang berkopiah putih turun dari mobil warna merah yang sebelumnya menjemput mereka. Langsung masuk ke rumah, melihat jasad Dewa yang berselimut corak batik. Pintu rumah ditutup. Tidak ada pihak luar yang melihat.

Sekitar 10 menit, pintu rumah berwarna biru itu terbuka. Pria tua yang disapa Habib oleh warga, menyebut kondisi Dewa masih ada harapan.Tubuh Dewa ditidurkan di tanah. Depan rumah. Tanpa alas. “Insyaallah masih bisa (hidup kembali, red),” ucapnya, sebelum akhirnya naik ke mobil, lalu pergi.

Bergegas, keluarga menuruti saran dari Habib. Masih berharap Dewa kembali bernyawa.

Sampai malam pukul 21.30 WIB, puluhan warga berdatangan. Mengerumuni tubuh Dewa yang ditutup dikelilingi kelambu. Mereka menyebutnya, ritual tidur bersama ular. Ular-ular piaraan Rizky di sekitar jenazah, dengan harapan menghisap racun Kobra yang ada di tubuh Rizky.

Sontak, hal yang masih awam dilihat warga Palangka Raya itu menyedot perhatian warga, yang berbondong-bondong datang. Ingin melihat secara dekat.

Risky alias dewa memiliki enam ekor ular. Ada dua jenis piton besar, tiga piton kecil dan satu ekor kobra. Memang dari dulu korban sangat ingin memelihara kobra. Dia gembira sekali kala itu, setelah mendapatkan kabar bahwa ada kobra di lokasi banjir di daerah Danau Rangas. Dewa langsung datang ke lokasi untuk menngkapnya langsung. Berhasil. Kobra itu dibawa pulang.

Korban juga sempat memiliki hasrat untuk memelihara buaya. Dewa sudah sempat ke tempat wisata Kumkum dan masuk ke kandang buaya. “Saya lihat di foto Facebook anak saya. Anak saya itu sudah masuk ke dalam kandang buaya dan berdekatan dengan buaya tersebut,” jelasnya.

Kabid Diklit Pengembangan SDM dan Humas RSUD dr Doris Sylvanus, dr Theodorus Sapta Atmadja membeberkan kondisi pasien atas nama Risky Ahmad pertama kali masuk Minggu pagi (8/7) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kondisi awal, pasien dalam kondisi yang serius dan langsung dirawat di ruang ICU. Beberapa jam setelah itu pasien mengalami penurunan kesadaran.

Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB pasien menggunakan alat pernapasan (ventilator). Dengan napas yang sudah diambil alih oleh mesin, menunjukkan racun (tocsin) sudah masuk ke dalam susunan syaraf pusat. Tocsin tersebut menyebabkan dia tidak bisa bernapas spontan.

“Dari awal datang langsung kita berikan serum anti bisa ular (sabu). Sampai terakhir hari ini totalnya kita masukan delapan vial untuk menetralisir racun tersebut,” ujarnya ketika berbincang dengan Kalteng Pos di ruang kerjanya.

Namun ternyata pada Senin pagi, saat dokter melakukan pengecekan pasien, tiba-tiba Rizki mengalami henti jantung. Racunnya sudah menjalar dari sistem syaraf kesadaran, pernapasan dan sistem jantung. Obat pemacu jantung dimasukan tapi memang tidak bisa tertangani. 18 jam pakai alat bantu pernapasan.

“Pada pukul 08.30 yang bersangkutan menghembuskan napas terakhir. Kita sudah lakukan semaksimal mungkin,” sebutnya. (idu/awa/ram)

 

Kronologis pawang ular digigit King Kobra dan meninggal dunia:

- Minggu pagi, Rizky Ahmad dan saudaranya menunjukkan kepiawaiannya menaklukkan Kobra di Car Free Day (CFD).

- Tak lama kemudian, Rizky alias Dewa berhenti sejenak untuk minum.

- Ketika hendak memegang Kobra, tiba-tiba ular berbisa itu langsung menggigit pergelangan tangan kanannya. Lebih satu menit ular itu menempel di kulit.

- Dewa langsung melepas tali sepatu dan mengikatnya di bawah siku tangan kanan. Lalu, berusaha mengeluarkan racun dengan menyayat pergelangan tangan kanan.

- Kondisinya sudah mulai melemah dan dibawa ke RSUD dr Doris Sylvanus. Dimasukkan ke ruangan ICU dengan kondisi kesadaran menurun.

- Pukul 14.00 WIB, Rizky mendapat bantuan alat pernapasan. Saat itu diduga racun ular sudah masuk ke dalam susunan syaraf pusat.

- Tim medis menyuntikkan serum antibisa ular, tapi racun sudah menjalar ke sistem syaraf kesadaran, pernafasan dan sistem jantung.

- Pukul 08.30 WIB, Rizky menghembuskan napas terakhir.

- Ketika di rumah, suhu tubuh Dewa masih hangat, tidak pada umumnya orang meninggal. Sekitar leher mengeluarkan butiran keringat.

- Pihak keluarga urung memandikan dan memakamkan jenazah Rizky. Mereka meyakini Rizky masih bernyawa.

- Sampai malam kemarin, Rizky dibaringkan di halaman rumah, dikelilingi terpal dan ada beberapa ular peliharaannya berada di sekitar tubuhnya. Mereka berharap, ular-ular itu menghisap racun yang ada di tubuh Rizky. ***

 

 

Berita Terkait