PAUD Palapa Disegel

PAUD Palapa Disegel

  Selasa, 24 July 2018 10:00
DISEGEL: Aktivitas pelajar PAUD Palapa ketika belajar di selasar Aula Kantor Lurah Sungai Beliung setelah bangunan tersebut disegel. MIRZA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sudah beberapa hari ini, anak-anak PAUD PKK Palapa, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat belajar di selasar Aula Kantor Lurah. Meski belajar melantai beralas tikar, semangat anak meraih mimpi tetap terjaga. 

Suasana belajar mengajar di PAUD PKK Palapa, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin pagi tak seperti biasa. Hari itu, puluhan anak-anak PAUD terpaksa belajar di selasar aula milik Kantor Lurah Sungai Beliung, yang letaknya tak jauh dari ruang PKK, kelas belajar mengajar PAUD selama beberapa tahun ini.

Meski belajar melantai beralas tikar, namun semangat anak-anak buat menggapai ilmu tak surut. Itu tampak dari senyum, tawa lepas anak-anak ketika mengikuti pelajaran. Mereka tak tahu bahwa ada persoalan tengah menimpa PAUD yang sudah berdiri sejak 2006 itu.

Dari informasinya, belum ada kejelasan kenapa ruang kelas PAUD itu kini disegel oleh Lurah Sungai Beliung. Pastinya kejadian tersebut berdampak pada proses pembelajaran anak-anak ini.

Ditemui Pontianak Post, Kepala sekolah sekaligus guru PAUD PKK Palapa, Dewi Fitriani membenarkan bahwa ruang PKK Lurah Sungai Beliung yang digunakan buat belajar anak-anak sudah beberapa hari ini disegel.

"Kunci gedung kelas ini diganti Kamis lalu. Karena sudah disegel lurah, kami tak bisa lagi belajar mengajar di sini. Tak ada alasan jelas soal penyegelan, yang jelas proses belajar mengajarnya harus terus berjalan. Kasihan jika anak dipulangkan. Solusi pertama, mau tak mau, ruang selasar aula lurah digunakan untuk belajar," ungkapnya. 

Diceritakan dia, awal mula penyegelan ruang kelas oleh Lurah Sungai Beliung, kemungkinan bermula pada tanggal 9 Juli lalu, dirinya menerima surat dari penggerak PKK yang isinya diberhentikan dan tak dibolehkan lagi menjadi tenaga pengajar.

Alasan pemberhentian mungkin, karena dirinya memungut uang pada orang tua murid sebesar Rp120 ribu. Soal pungutan uang tersebut dijelaskan dia, dilakukan melalui kesepakatan orang tua murid. "Uang Rp120 ribu itu digunakan untuk setahun. Bukan tiap bulan. Uang itu juga digunakan buat keperluan anak-anak. Buku dan perlengkapan lainnya menggunakan uang itu," ungkapnya.

Memang, kata dia, Dinas Pendidikan memfasilitasi bantuan buku dan lainnya. Tapi kata dia, bantuan tersebut biasa baru diterima pada bulan 10 atau 11. Lantas, jika tak diantisipasi seperti ini, dari mana buku dan perlengkapan anak buat belajar terbeli.

Mengenai gedung tempat anak-anak belajar, dirasa dia Lurah tak ada hak buat menyegel. Pasalnya, gedung PKK itu dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Pun gedungnya juga jarang digunakan buat kegiatan PKK. "Selama ini saya juga tak pernah dipanggil bu lurah, tapi kenapa tiba tiba saja dikeluarkan surat pemecatan," keluhnya.

Perlu diketahui, empat PAUD Kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat, sebelumnya sudah rembug soal pungutan uang ini. Dan dirasa dia tak ada masalah. Mudah-mudahan persoalan ketiadaan ruang kelas ini bisa terselesaikan.

Sementara itu, orang tua murid PAUD PKK Palapa, Uti Agustianto memandang persoalan penyegelan ruang kelas PAUD ini sedikit banyak merugikan para murid. "Sebagai orang tua tak menyangka kejadian ini. Kita sudah semangat antar anak pergi sekolah tahu-tahu kondisinya seperti ini," keluhnya.

Persoalan detailnya, kata dia, belum terlalu diketahui. Tapi secara garis besar persoalan pungutan yang diminta pihak PAUD. Mengenai hal itu, dirinya tak terlalu keberatan. Pasalnya, pungutan itu digunakan untuk setahun sebesar Rp120 ribu.

Harapan dia, persoalan ini dapat diselesaikan. Jangan dibiarkan berlarut, karena kasihan anak-anak belajar tak efektif. 

Pontianak Post sudah mencoba mengkonfirmasi Lurah Sungai Beliung terkait penyegelan PAUD, namun hari itu beliau tak di tempat.(iza) 

Berita Terkait