Patroli Masa Tenang dan Pungut Hitung

Patroli Masa Tenang dan Pungut Hitung

  Kamis, 11 April 2019 10:46
GAKKUMDU. Usai rapat, tim sentra Gakkumdu Sanggau mengabadikan diri sebelum pelaksanaan patroli bersama di tahapan pemilu.

Berita Terkait

SANGGAU - Sentra Gakkumdu Sanggau melakukan rapat kerja dan koordinasi terkait dengan tahapan Pemilu 2019 yang akan segera memasuki masa tenang 14-16 April dan pemungutan suara 17 April mendatang. Rapat tersebut dipusatkan di Aula Bawaslu Kabupaten Sanggau, Rabu (10/4).

"Kami melakukan rapat persiapan atau kesiapan Sentra Gakkumdu menjelang pemungutan dan perhitungan suara. Dan sebelumnya, ada juga tahapan yang tidak kalah penting yakni masa tenang," ujar Inosensius selaku Koordinator bersama dengan Haryanto didampingi Adityo Utomo selaku pembina.

Dikatakannya, pada masa tenang, diharapkan tidak ada bentuk kampanye apapun oleh peserta pemilu. "Kita sama-sama menghormati tahapan yang telah diatur tersebut," katanya kepada sejumlah media.

Pihaknya, sudah siap melakukan patroli pengawasan. Nanti akan diatur jadwal untuk patroli di daerah-daerah yang dianggap rawan. Patroli ini melibatkan Bawaslu, kepolisian dan juga kejaksaan sebagai Sentra Gakkumdu.

"Kegiatan ini dimulai 14-16 April saat masa tenang dan 17 April saat pungut hitung. Kalau di kecamatan mereka juga nanti akan standby didukung dengan personil, fasilitas dan hal-hal lain yang diperlukan," jelasnya.

Nantinya, lanjut dia, selain melakukan patroli juga akan memonitor rekan-rekan yang ada dibawah. Sasaran utama patroli ini salah satunya mengenai politik uang atau money politics. Sentra Gakkumdu akan memaksimalkan personil yang ada.

Haryanto menambahkan bahwa ada sedikitnya 16 personil yang nantinya tersebar ke masing-masing daerah. Keenam belas orang tersebut, baik dari kepolisian, kejaksaan maupun Bawaslu akan mengenakan seragam Sentra Gakkumdu.

"Dari Bawaslu itu ada enam orang. Kepolisian ada lima orang begitu juga kejaksaan. Mereka akan mengenakan pakaian seragam Sentra Gakkumdu," terangnya.

Sementara itu, Adityo Utomo selaku pembina berharap tingkat pelanggaran pemilu dapat ditekan bahkan jika bisa dinihilkan (tidak ada). Pihaknya juga yakin masih banyak sekali masyarakat di daerah pedalaman banyak belum mengetahui apa itu gakkumbu. (sgg)

Berita Terkait