Patok Harga Sembako

Patok Harga Sembako

  Rabu, 1 June 2016 09:30

Berita Terkait

JAKARTA – Selain daging sapi, pemerintah mematok harga kebutuhan pokok lain, yakni beras, gula, dan bawang merah. Patokan harga dijaga di tingkat petani sampai konsumen.

Pengawasan harga menjelang Ramadan dan Lebaran itu disiapkan untuk menghindari spekulan yang merusak harga. Kemarin (31/5) Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong berkumpul di kantor Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ketiganya duduk bersama untuk mencari solusi menekan harga bahan pokok. 

Dalam rapat yang juga diikuti Bulog dan beberapa pejabat terkait itu, dibahas beberapa langkah yang akan diambil. Kesepakatannya, produksi, kebutuhan, dan upaya pemenuhan tingkat harga yang cukup bagi produsen seperti peternak dan petani harus dijaga. Jadi, ada harga yang wajar di tingkat produsen.

Amran menjelaskan, rakor itu menghasilkan komitmen untuk menjaga harga bawang, beras, gula, dan daging sapi. Untuk menekan harga, pemerintah akan memobilisasi hasil dari petani, termasuk impor. ”Pengawasan juga dilakukan untuk menghindari spekulasi,” katanya.

Langkah berikutnya ialah memperpendek jalur distribusi. Operasi pasar (OP), sebut Amran, akan dilakukan perusahaan BUMN atau swasta yang ditunjuk. ”Mekanisme yang dilakukan tidak untuk mematikan pedagang kecil, tapi memasok melalui distributor dengan harga murah,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah akan meningkatkan koordinasi dan sinergi kementerian atau lembaga secara berkala. Termasuk turun ke lapangan di lokasi yang harga komoditasnya masih tinggi. Cara-cara tersebut diharapkan membuat harga-harga bisa lebih terjaga.

Lembong juga meminta pelaku usaha bersinergi dengan pemerintah supaya bisa menjaga harga yang wajar. Pemerintah, jelas dia, siap menambah pasokan supaya tidak ada spekulasi berlebihan yang bisa merugikan masyarakat. 

Dari empat komoditas yang dibahas kemarin, harga bawang merah di tingkat petani seharusnya ada di level Rp 15 ribu per kilogram (kg). Sedangkan sampai konsumen diharapkan Rp 25 ribu per kg. ”Untuk menjaga aspek itu, pemerintah memberlakukan harga pokok yang dijamin pemerintah akan diberikan oleh Bulog. Jadi, petani tidak perlu khawatir, berapa pun yang diimpor, petani dijamin bisa menjual hasilnya ke Bulog,” jelas Lembong.

Untuk beras kualitas medium, pemerintah menargetkan harga di tingkat petani Rp 7.300 per kg. Harapannya, di tingkat konsumen harganya Rp 9.500 per kg‎. Cara menjaganya, dilakukan OP oleh Bulog 390 ribu ton mulai 1 Juni sampai 6 Juli. Perincian sumber berasnya, 170 ribu ton menggunakan cadangan beras pemerintah dan 220 ribu ton dari mekanisme komersial Bulog dengan harga Rp 8.500 per kg. 

Untuk gula pasir, harga pokok di petani nanti Rp 9.100 per kg dan harga di konsumen Rp 12.500 per kg. Lembong mengatakan, pemerintah sudah menugasi PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara Indonesia mengimpor 381 ribu ton gula mentah. Nanti gula mentah itu dikelola lagi menjadi gula konsumsi yang didistribusikan lewat OP. ”OP dilakukan dengan kisaran harga Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram di lokasi yang harganya masih tinggi,” kata Lembong.

Terakhir operasi terhadap daging sapi dengan target Rp 80 ribu per kg. Caranya ialah membuka keran impor yang saat ini sudah terkumpul dari sisi pengadaan dan pemesanan sebanyak 27.400 ton dari berbagai negara. ”Masih ada impor dari swasta dengan tambahan sampai 20 ribu ton,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyebutkan sejumlah komoditas pangan yang harus diwaspadai menjelang Juni dan Juli. Antara lain gula dan minyak goreng. Sasmito menyatakan, puncak inflasi diprediksi terjadi pada Juni dan Juli. Pada Juni harga-harga bahan pangan dipastikan naik karena terkait dengan Ramadan dan momen Lebaran. Sedangkan pada Juli ada faktor liburan sekolah dan tahun pelajaran baru. (dim/ken/c9/sof)

Berita Terkait