Pastikan tak Ada Vaksin Palsu

Pastikan tak Ada Vaksin Palsu

  Sabtu, 2 July 2016 09:38
SIDAK VAKSIN: Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara ke Klinik Asri untuk melacak peredaran vaksin palsu di Kayong Utara, Rabu (29/6) lalu. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara memastikan jika di Kabupaten Kayong Utara tidak terdapat Vaksin palsu. Hal tersebut terbukti berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan mereka di beberapa tempat, seperti  di Klinik Asri dan Puskesmas Sukadana, Rabu (29/6) kemarin. 

Sidak itu sendiri dilakukan oleh jajaran Dinkes Kabupaten Kayong Utara dengan berbekal panduan dari Dinkes Provinsi Kalbar serta surat dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Adapun beberapa poin yang menjadi perhatian mereka dalam sidak tersebut, meliputi sumber pangadaan obat, vaksin, dan beberapa jenis obat medis, serta bagaimana prosedur penerimaan, penyeleksian, penyimpanan, serta penggunaan pruduk kesehatan kepada masyarakat. 

Untuk tim bentukan Dinkes tersebut juga langsung melihat ruangan penyimpanan vaksin. Mereka mengecek kode produksi, hologram, serta produsen vaksin tersebut. Adapun vaksin yang menjadi target pemeriksaan adalah vaksin B-C-G, campak, polio, tetanus toksoid, dan hepatitis B. 

Menurut Manajer Klinik  Asri Nurmilia Afriliani memastikan bahwa pihaknya tidak pernah mengambil vaksin dari produsen di luar Dinkes Kabupaten Kayong Utara. Dia menambahkan selama ini vaksin yang dimiliki mereka, didistribusikan dari Dinkes Kabupaten Kayong Utara, sehingga kemungkinan masuknya vaksin palsu sangatlah kecil.

 “Selama ini kita selalu mendapat obat dan vaksin dari program yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, sehingga sangat kecil kemungkinan adanya penggunaan vaksin atau obat yang masuk dalam katagori palsu,” ungkap Nurmilia.

Selain itu, pihak Klinik Asri sendiri juga selalu memperhatikan pengemasan dan penyimanan obat seperti vaksin, dengan  menggunakan standar operasional yang diatur oleh pemerintah. Di mana ruangan penyimpanan pendingin udara dan khusus untuk vaksin, mereka simpan dalam lemari pendingin yang suhunya selalu dibawah 4 derajat selcius.  “Kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Selain itu dalam penerimaan obat dan vaksin kita akan selalu recheck ulang sebelum disimpan,” jelasnya.

Terkait hal ini, pelaksanatugas (Plt) Dinkes Kabupaten Kayong Utara, Agus Rudi Suandi, sidak tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan. Mereka juga ingin memastikan bahwa Kabupaten Kayong Utara bebas dari vaksin palsu yang saat ini hangat menjadi pembicaraan.

“Kita ingin memastikan semua aman, walau sejatinya, pengadaan vaksin dan sejenisnya, kita selalu menggunakan e-katalog, atau dengan katalain menggunakan prosedur resmi,” tutur Agus.

Dijelaskannya, untuk proses pengadaan vaksin di Dinkes selalu menggunakan prosedur pengadaan barang dan jasa yang tersedia di e-katalog.

Selain itu untuk memperoleh vaksin, Dinkes Kabupaten Kayong Utara juga mendapatkan vaksin dari program Dinkes Provinsi Kalbar atau program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Kita juga melakukan penyebaran vaksin dan obat ke seluruh fasilitas kesehatan di bawah Dinas Kesehatan seperti puskesmas, pustu, dan puskesdes, dengan sumber obat dari Dinas Kesehatan,” timpalnya. (dan)

Berita Terkait