Pastikan Tak Ada Surat Suara Tercoblos

Pastikan Tak Ada Surat Suara Tercoblos

  Senin, 15 April 2019 13:24
SIBUK: Menjelang Pemilu serentak 17 April mendatang panitia dan aparat keamanan pun semakin sibuk. Seperti panitia pemilihan di kabupaten Landak di atas. Pengamanan dan pendistribusian pun siap dilakukan, meski ke daerah terpencil sekali pun. MIFTA HUL KHAIR/ PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - 631 personil Polres Sambas, Minggu (14/4) mulai dikerahkan ke Polsek dan kecamatan –kecamatan selanjutnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019.

Pelepasan personil kepolisian, diawali dengan pelaksanaan Apel Kesiapan/Serpras personil Pengamanan TPS yang langsung dipimpin Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra SIK MH dan dihadiri Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, Ketua Bawaslu, perwakilan Dandim 1202 SKW, Danyonif Sambas.

“Saya sudah mewanti-wanti, untuk turut mewaspadai jangan sampai ada surat suara yang  sudah tercoblos sebelum hari pemungutan suara.Kemudian sebagai aparat kepolisian, harus netral, jalankan tugas sesuai SOP,” kata Kapolres Sambas, usai memimpin apel.

Kapolres juga menegaskan, setelah tiba di lokasi tempat tugas. Segera lakukan orientasi medan, kenali siapa petugas KPPS, Linmas, TNI, Kades dan Ketua RT/RW. “Minta nomor kontak mereka, untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi jika ada permasalahan dilapagan. Jaga sikap perilaku sebagai Anggota Polri, laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dengan misi untuk mengamankan dan mengawal pelaksanaan pemilu 2019,” katanya.

Bagi anggota Polres Sambas yang diberikan amanah mengamankan TPS. Upayakan datang lebih awal saat pencoblosan. Cek kesiapan di TPS dan koordinasikan kembali untuk mengetahui kesiapan dan hambatan yang mungkin terjadi dengan KPPS.

“Lakukan koordinasi pengamanan dengan Linmas, TNI dan komponen pendukung lain yang ada di TPS. Apabila ada permasalahan di dalam lokasi TPS, itu bukan menjadi domain Polri, tapi apabila atas permintaan dan izin dari Ketua KPPS, petugas PAM TPS dapat memasuki lokasi pungut suara,” katanya.

Pengamanan TPS, merupakan tugas di masa operasi. Apabila ada anggota tidak melaksanakan tugas atau meninggalkan tanggung jawab sebelum tugas selesai. Maka akan diberikan sanksi tegas dengan hukuman duakali lipat sesuai ketentuan perundang undangan.  

Dipaparkan Kapolres, Sambas merupakan daerah dengan suara terbanyak ke dua se Kalbar setelah Pontianak, yakni 429.416 pemilih dengan jumlah TPS 1.701. Polres Sambas sudah memetakan TPS aman dengan pengamanan satu petugas Polri untuk empat TPS dan 8 Linmas sebanyak 960. Kemudian TPS kategori Rawan 1 dengan pola pengamanan 1 polisi 3 TPS dan 6 Linmas (sebanyak 591 TPS dijaga 197 petugas polri). TPS rawan 2, dengan pola satu polisi 2 TPS dan empat linmas (sebanyak 132 TPS

dijaga oleh 66 petugas polri). TPS kategori rawan 3 diterjunkan 1 polri 1 TPS dan dua linmas (Disebanyak 18 TPS dijaga sebanyak 18 petugas polri).

Dalam pengamanan, Polres juga mendapatkan penambahan kekuatan, yakni dibantu oleh BKO Polda Kalbar sebanyak 150 personil, nantinya akan ditempatkan di Polres Sambas sebanyak 60 personil, Polsek Pemangkat 10 personil, polsek Teluk Keramat 15 personil, dan di polsek lainnya masing-masing 5 personil dan tentunya tidak lepas dari peran personil TNI yang senantiasa bersama Polri dalam rangka mensukseskan Pemilu

2019.

“Personil pengamanan TPS hanya bertugas mengamankan lokasi di luar TPS, kepolisian tidak punya wewenang untuk masuk di dalam lokasi TPS kecuali diminta KPPS,” katanya.(fah) 

Berita Terkait