Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

  Minggu, 3 March 2019 09:40
BLUSUKAN: Presiden Joko Widodo didampingi ibu negara, Iriana saat blusukan ke pasar tradisional di Kendari, Sabtu (2/3). RAKA DENNY/JAWAPOS

Berita Terkait

Belanja Oleh-Oleh Minnie Mouse

KENDARI – ’’Ini buat Sedah (Sedah Mirah, putri pertama Kahiyang Ayu, Red),’’ ujar Iriana Jokowi sambil menunjuk boneka Minnie Mouse kemarin (2/3). Selain mainan, ibu negara membeli sejumlah bahan makanan di Pasar Sentral Kendari.

Iriana memilih belanjaan sendiri. Termasuk buah-buahan seperti duku dan rambutan. Iriana pindah dari satu kios ke kios lain dengan ditemani Presiden Joko Widodo.

Pasar sentral menjadi salah satu jujukan Jokowi dalam kunjungan kerja ke Kendari kemarin. Dia memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok tidak melonjak. Jokowi juga mendatangi tempat pelelangan ikan serta memotivasi para nelayan nasabah pembiayaan ultramikro (UMi) agar memanfaatkan modal yang didapat dengan baik.

Jokowi menuturkan, harga di pasar tradisional relatif stabil. ’’Tadi yang turun justru cabai,’’ ujarnya tanpa menyebut besar penurunannya. Harga beras dan buah-buahan juga disebut stabil di pasar.

Selain mengecek harga di pasar, Jokowi berdialog dengan nelayan dan debitor pembiayaan ultramikro (UMi) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangkalan Pendaratan Ikan Sodohoa, Kendari. UMi adalah pembiayaan kredit produktif dengan plafon maksimal Rp 10 juta yang disalurkan kepada masyarakat. Kredit tersebut biasanya disalurkan kepada kelompok pengusaha kecil dan dibayar secara tanggung renteng.

Dalam kunjungannya, Jokowi berpesan kepada debitor UMi untuk membangun kepercayaan. ’’Perlu saya sampaikan, pinjaman ultramikro diberikan dalam rangka agar memiliki usaha yang baik. Tapi, jangan lupa, yang namanya pinjam itu harus diangsur, harus dicicil, harus disiplin,’’ katanya.

Jokowi juga berharap debitor dapat memperbesar dan memajukan usaha. Sebagai pengusaha, para debitor harus percaya diri dan berani bermimpi untuk sukses. ’’Saya alami, mulai dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi gede. Semua itu perlu kerja keras. Perlu kerja keras,’’ tegasnya. Dia pun berharap para debitor mendapat omzet yang terus naik. Mulai Rp 5 juta, Rp 10 juta, hingga lebih. ’’Tapi, hati-hati, ini uang pinjaman yang harus dikembalikan,’’ imbuhnya. (byu/rin/c19/fal)

Berita Terkait