Pasokan Minim, Harga Ayam Potong Naik Lagi

Pasokan Minim, Harga Ayam Potong Naik Lagi

  Kamis, 18 April 2019 09:20
NAIK: Tarmiji melayani pembeli di los daging ayam miliknya di Pasar Rakyat Ngabang, Minggu (14/4) lalu. Ia mengaku, harga ayam potong kembali naik sejak awal April. MIFTAHULKHAIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Banyak Lapak Ayam di Pasar Ngabang Kosong 

Harga ayam potong menembus Rp38 ribu per kilogram. Harga merangkak naik sejak beberapa hari belakangan. Seorang pedagang ayam di pasar rakyat Ngabang, Tarmiji mengakui hal tersebut. Harga daging ayam saat ini kembali naik. Biasanya, daging ayam Rp 35 ribu/kilogram.

Miftahul Khair, NGABANG

HARGA ayam potong di beberapa pasar di Ngabang mulai bergerak naik. Meskipun, kenaikannya belum terlalu besar, pedagang menyebut naiknya harga ayam disebabkan oleh menurunnya jumlah pasokan. 

Pantauan Pontianak Post di Pasar Rakyat Ngabang, Rabu (14/4), harga ayam potong menembus harga Rp 38 ribu per kilogram. Harga mulai merangkak naik sejak beberapa hari belakangan. Salah seorang pedagang ayam di pasar rakyat Ngabang, Tarmiji mengungkapkan harga daging ayam saat ini kembali mengalami kenaikan. 

"Saat ini memang harga ayam potong sudah naik lagi. kalau hari-hari biasa harga daging ayam cuma Rp 35 ribu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, naiknya harga disebabkan minimnya pasokan ayam baik dari luar daerah mau pun lokal Ngabang. Akibatnya banyak lapak kosong di los daging ayam. Hal itu dikarenakan para pedagang tak kebagian stok daging ayam. 

"Rata-rata kandang peternak sudah kosong,” katanya.

Ditanya apakah harga naik disebabkan sudah mendekati bulan Ramadhan, ia menampik hal tersebut. Menurutnya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Landak, khususnya di Kecamatan Ngabang tak tergantung pada hari raya umat muslim. Justru pada saat natal dan tahun baru 2019 lalu, harga ayam sempat meroket hingga Rp 48 ribu per kilogramnya. 

“Harga sempat turun di Maret kemarin. Tapi naik lagi,” katanya.

Permintaan daging ayam untuk sejumlah pasar di Kabupaten Landak hingga kini masih cukup tinggi ini memang belum bisa dibarengi dengan pasokan daging ayam yang mencukupi. Di Kabupaten Landak sendiri masih sangat minim. Sejauh ini untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut, para pedagang terpaksa mendatangkan daging ayam dari sejumlah wilayah lain disekitarnya.

Adi, salah seorang pedagang ayam boiler di Pasar Rakyat Ngabang menyebutkan kebutuhan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Landak juga masih didatangkan dari luar daerah. Pasokan ayam dari dalam Kabupaten tak dapat memenuhi permintaan yang ada hingga saat ini. 

“Kami mendapat pasokan Ayam dari perusahaan di Singkawang yang paling getol memasok,” Kata Adi.

Mahalnya harga ayam ikut dikeluhkan sejumlah pembeli. Apalagi yang memiliki usaha kedai nasi. Mak Wi, (35) salah satu pedagang di kawasan Dusun Tungkul meradang dengan tingginya harga ayam. Mau tidak mau dia tetap harus membeli ayam dengan harga tinggi. “Yah mau cemana lagi. Kan gak mungkin gak dibeli. Namanya kita orang jualan nasi. Menu ayam itu harus ada,” katanya. (*)

Berita Terkait