Pasien RSJ Lompat dari Lantai Dua Megamal

Pasien RSJ Lompat dari Lantai Dua Megamal

  Minggu, 26 May 2019 09:21
JATUH: Polisi mengamankan korban yang jatuh menimpa mobil di Halaman Parkir Ayani Megamal, tadi malam. IST

Berita Terkait

Timpa Mobil di Parkiran, Korban Selamat

PONTIANAK – Seorang pria, Agus Riady Thedyus nekat melompat dari lantai dua Gedung Parkir Ayani Megamal, Sabtu (25/5) malam. Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, korban mengaku perbuatan itu dilakukan karena mendengar bisikan.

Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan aksi itu dilakukan di tengah kondisi megamal yang sedang ramai. “Kita sudah koordinasikan dengan pihak yang bertugas memantau CCTV serta General Manager Megamal. Infonya sama persis bahwa pelaku lompat dari lantai dua keluar ke atah parkiran mobil,” ungkap Anton usai memastikan kondisi korban di RS Bhayangkara.

Mengenai informasi yang beredar luas bahwa pelaku melakukan aksinya dari lantai empat Gedung Mega Mall, Anton mengatakan belum ada bukti kuat yang menyatakan hal tersebut. Namun hal ini masih akan di lakukan crosa check di TKP dan penyidikan guna memastikan kejadian ini.

“Kita juga sudah komunikasikan kepada orang tua korban. Sementara ini korban masih dalam proses pengobatan. Selain itu dari informasi orang tuanya, korban sebelum ini juga sempat mengalami depresi dan sudah ditangani psikiater. Sementara korban masih dalam tahap pengobatan di Rumah Sakit Jiwa dan sedang dalam tahap rawat jalan,” ujarnya.

Anton juga menyandingkan kejadian ini dengan tingkat keamanan Ayani Mega Mall yang menurutnya saat ini sudah sangat baik. Namun, memang kejadian ini dikatakannya memang murni perbuatan yang disengaja.

“Padahal pagar parkir di atas itu sudah lumayan tinggi dan aman. Tapi kemungkinan korban melihat celah, dan memanfaatkannya untuk melakukan aksinya,” tambahnya.

Saat kejadian, korban mengaku sedang sendiri. Setiap hari ia memang selalu mengunjungi megamal. Ia berangkat diantar oleh pihak keluarga.  Jika pihak keluarga tidak mau menuruti keinganannya tersebut, ia tetap pergi sendiri dengan jalan kaki.

“Jadi korban ini mengaku setiap hari merasakan keinginan untuk pergi ke Mall, minimal sehari dua kali,” tuturnya.

Kapolsek juga beranggapan bahwa aksi nekat pria berusia 25 tahun ini belum bisa dikategorikan sebagai tindakan percobaan bunuh diri. Ketika ditanya apa yang membuatnya depresi, korban mengaku bahwa salah satu penyebabnya adalah karena sampai sekarang belum menemukan jodoh.

“Motif korban saat lompat dia mengaku mendengar bisikan, bahwa jika dia loncat saat itu juga maka dia akan dapat jodoh. Mungkin dia tergiur, tanpa pikir panjang langsung lompat ke bawah,” ungkapnya.

Anton mengatakan pihak yang memiliki mobil tempat korban jatuh tidak mempermasalahkan kejadian ini. Kerugian yang dialami oleh pemilik mobil juga akan dibantu oleh pihak megamal. (sig)

Berita Terkait