Pasca Kebakaran Kampung Beting, Korban Butuh Bantuan Seragam Sekolah

Pasca Kebakaran Kampung Beting, Korban Butuh Bantuan Seragam Sekolah

  Sabtu, 23 March 2019 14:13

Berita Terkait

PONTIANAK – Rona duka masih tampak jelas di wajah para korban kebakaran Kampung Beting, Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, kemarin. Beberapa dari mereka telah kehilangan tempat tinggal dalam musibah Kamis (21/3) malam itu. Harta benda yang berhasil diselamatkan hanya tinggal pakaian yang melekat di badan. Mereka kini membutuhkan uluran tangan.

Salah satunya adalah Syarifah Jubaedah. Dalam peristiwa kebakaran itu, rumahnya ludes tak bersisa. Hingga kemarin, Jubaedah masih merasa tak percaya atas apa yang telah menimpa dirinya sekeluarga. Menurutnya, ada lima keluarga yang tinggal satu atap dengan dirinya. Kini mereka tak tahu akan tinggal di mana karena semua yang dimiliki telah raib dilalap api.

“Satu rumah ada lima kepala keluarga, totalnya 27 orang. Sekarang kita tak tahu harus kemana. Semuanya sudah habis ikut terbakar,” ujar Jubaedah saat ditemui pasca kebakaran, Jumat (22/3) pagi.

Saat kejadian, Jubaedah tak sempat berpikir untuk menyelamatkan harta bendanya.  Di benaknya hanya bagaimana ia beserta keluarga besarnya bisa lari menyelamatkan diri. “Tak ada yang bisa diselamatkan. Cuma baju dan celana yang melekat di badan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat segera membantu mengingat saat ini rata-rata korban sudah tak memiliki tempat tinggal. Pemerintah diharapkan bersedia membangunkan kembali tempat tinggal untuk mereka meskipun alakadarnya.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah untuk dibangun lagi. Selain itu, yang penting sekarang ini seragam sekolah untuk anak-anak sudah tidak ada. Takutnya mereka tidak bisa sekolah. Apalagi saat ini anak-anak sedang menghadapi ulangan tengah semester,” harapnya.

Korban lainnya, Derity juga mengungkapkan keluh kesahnya. Kerugian yang dialaminya karena peristiwa kebakaran ini mencapai ratusan juta rupiah. Saat kebakaran, kata Derity, tak ada barang miliknya yang bisa diselamatkan. Sebab, saat ia mencoba mengambil barang-barang, api sudah sangat besar dan menyambar-nyambar.

“Surat rumah, ijazah, dua motor, dan dua mesin jahit sebagai modal usaha semuanya terbakar tak ada tersisa,” katanya. Harta benda lainnya seperti uang tunai dan perhiasan pun ikut terbakar dan kini menyatu dengan puing-puing rumah yang sudah menjadi arang. Total uang simpanannya Rp15 juta dan perhiasan cincin, kalung, gelang emas habis tak bersisa.

“Padahal itu semua simpanan saya dan suami saya untuk anak-anak. Apalagi saat ini anak-anak sedang butuh biaya untuk sekolah. Anak saya dua. Satu kuliah, satu lagi masih SMA,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah setempat cepat menanggapi permintaan bantuan korban kebakaran. Bantuan paling utama menurutnya adalah seragam untuk anak sekolah. Ia juga berharap adanya bantuan untuk dibelikan mesin jahit guna merintis kembali usahanya dari awal.

“Yang kita sedihkan itu kemarin sudah banyak masuk pesanan baju, karena suami usaha jahit. Sekarang semuanya sudah tak ada bersisa. Harta benda juga tak ada. Saya mohon kepada pemerintah untuk memberikan modal lagi, paling tidak mesin jahit. Selain itu, tentu kita-kita yang menjadi korban mengutamakan anak-anak yang butuh seragam karena semuanya terbakar,” katanya.

Koordinator penyalur bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Ibrahim mengatakan saat ini yang paling dibutuhkan para korban adalah makanan dan pakaian seragam untuk anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Dia juga membeberkan data BPBD Kota Pontianak yang menghitung kerusakan harus ditanggung korban atas kejadian kebakaran ini rata-rata 95 persen, mengingat bangunan rumah sudah nyaris tak bersisa.

Ibrahim melanjutkan, dari data BPBD Kota Pontianak sebanyak 77 orang menjadi korban keganasan si jago merah. Yang terbagi dari 32 laki-laki dan 45 perempuan. Dari angka tersebut, 25 di antaranya adalah kategori balita hingga anak-anak.

“Anak-anak 18 orang, balita tujuh  orang. Jadi total kategori balita hingga anak-anak ada 25 orang,” jelasnya.(sig)

 

 

Berita Terkait