Pasar Pinyuh Dipenuhi Pedagang Dadakan

Pasar Pinyuh Dipenuhi Pedagang Dadakan

  Kamis, 17 May 2018 10:00
RAMAI PEDAGANG: para pedagang dadakan menjual daging sapi untuk santapan menu sahur menyambut bulan ramadan | WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - H-1 Ramadan 1439 H, di Pasar Sungai Pinyuh dipenuhi pedagang dadakan yang menjual daging sapi. Sedikitnya terdapat belasan lapak pedagang dadakan di pinggiran Jalan Raya Jurusan Mempawah, Sungai Pinyuh. Para pedagang ini memanfaatkan momentum konsumen mencari daging untuk menu santap sahur di hari pertama Ramadan.

Dari pantauan Pontianak Post, sedikitnya terdapat belasan lapak dadakan pedagang yang menjual daging sapi di depan Gang Pancasila, Sungai Pinyuh itu. Para pedagang mengaku sudah menjadi kebiasaan membuka lapak dadakan menjelang datangnya bulannya Ramadan setiap tahunnya.

“Sudah setiap tahun seperti ini (membuka lapak dadakan). Karena, memang banyak masyarakat yang membutuhkan daging sapi,” kata Hermansyah, salah seorang penjual daging sapi.

Hermansyah mengungkapkan, harga daging sapi yang dijualnya berkisar Rp 125 ribu perkilogram. Dia pun mengaku mendapatkan sedikit keuntungan dari berjualan daging untuk menyambut bulan Ramadan itu. “Biasanya saya potong dua ekor sapi yang dijual sejak pagi hingga sore hari nanti. Kalau total seluruh pedagang disini sekitar 20 ekor sapi yang dipotong,” akunya.

Meski demikian, Hermansyah mengatakan daya beli masyarakat pada Ramadan 1439 H ini lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari jumlah sapi yang dipotong jauh lebih sedikit. “Tahun lalu saya bisa potong 4-5 ekor sapi untuk sehari ini. Namun untuk tahun ini tidak terlalu ramai yang membeli. Kebanyakan masyarakat hanya berjalan-jalan saja,” tuturnya.

Senada itu, pedagang lainnya Junaidi mengaku pada Ramadan tahun lalu dirinya berhasil menjual 5-6 ekor sapi perhari. Tingginya antusias masyarakat tersebut memberikan dampak positif untuk lapak jualannya.

“Untuk hari ini baru dua ekor sapi yang saya potong. Kita juga tidak tahu apa penyebab turunnya daya beli masyarakat. Mungkin juga disebabkan kondisi perekonomian yang semakin sulit,” terkanya. (wah)

Berita Terkait