Pasar Ikan Batal Dibangun

Pasar Ikan Batal Dibangun

  Kamis, 6 December 2018 13:43

Berita Terkait

PONTIANAK - Pengerjaan pembangunan pasar ikan Flamboyan kemungkinan besar tak dilanjutkan. Tenggat waktu yang diberi pemerintah pusat hanya sampai akhir Desember. Akan kejadian tersebut, pembatalan pembangunan pasar ikan bakal menyisakan masalah. Pertama, pembangunan pasar ikan sementara tak jauh dari Waduk bakal mubazir anggaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat pembangunan pasar ikan Flamboyan yang direncanakan akan dibangun menggunakan dana APBN kemungkinan tak bisa dilanjutkan. 

"Ini sudah bulan Desember. Sepertinya pembangunan pasar ikan tak berlanjut karena waktunya tak cukup. Jika mau dikerjakan sekarang, kapan selesainya," ungkap Edi, Rabu kemarin.

Sekarang pihaknya tengah membentuk tim buat mengevaluasi dan mengkaji akan dampak terhadap keterlambatan pembangunannya.

Kabar terbarunya, Kementerian Perdagangan sudah datang ke Pontianak. Hasil pertemuan dengan pedagang ikan Flamboyan belum lama ini, di aula rumah dinas Wali Kota Pontianak juga sudah disampaikan. Namun tetap saja, pihak pusat ngotot dengan desain awal. "Ini yang buat deadlock," katanya.

Jika tak dikerjakan, maka anggaran APBN buat dibangunkan Pasar ikan Flamboyan bakal tak terserap. Tapi semuanya masih dibicarakan. Bisa saja pembangunan dilakukan ditahap kedua melalui dana APBN atau APBD.

Batalnya pengerjaan pasar ikan Flamboyan dipastikan Edi tak memengaruhi dengan pekerjaan lain yang dananya digelontorkan pusat. 

Kalau soal bangunan pasar sementara pedagang berjualan ikan di daerah waduk, kata Edi, anggarannya menggunakan APBD. "Nanti mau saya cek. Utamanya kinerja dinas karena ini jadi tanggung jawabnya. Harusnya dinas bisa prediksi ketika terjadi persoalan di lapangan," tegas Edi.

Akibat kejadian tersebut, juga menjadi catatan Edi, terhadap kinerja kepala dinas. "Saya melihat kerja kepala dinas sesuai kontrak kinerja. Tentu menjadi rapor dan bagian catatan saya," ungkapnya.

Kepala Dinas Usaha Mikro Koperasi dan Perdagangan, Haryadi menjelaskan perkembangan terkini soal sendatnya pembangunan Pasar Ikan Flamboyan berawal dari soal desain yang diajukan pemerintah pusat tak diiyakan semua oleh pedagang. 

Kata Haryadi, dalam ajuan desain bangunan pasar ikan baru, miliki dinding. Akan desain tersebut, tak disetujui oleh pedagang. Karena menginginkan bangunan pasar sama persis seperti saat ini dan tak miliki dinding. Sedangkan juknis Kementerian Perdagangan Pembangunan pasar bernilai Rp6 miliar mesti sesuai juknis dan mesti miliki dinding dan ada kios sebanyak 12 unit.

Tapi karena desainnya tak sejalan, terlebih waktu pengerjaan bangunan pasar batas waktunya hampir berakhir, maka bisa tak terbangun. Apa yang terjadi begitu kontradiksi dan tengah dicarikan jalan tengahnya.

Tapi dengan waktu yang tinggal beberapa hari lagi, jika dipaksakan pasti tak terkejar. Namun sekarang kata Haryadi, pihakya tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. 

"Kami minta tangguhkan dan mengusulkan kembali pembangunannya di 2019. Pihak pusat juga sudah meninjau, dan menyimpulkan bahwa pembangunannya tak bisa dipaksakan dengan konsep mereka," katanya.

Mengenai pembangunan pasar sementara untuk penempatan pedagang ikan bila jadi dibangun, pihaknya sudah menyiapkan di daerah waduk. Tapi karena pembangunan pasar Ikan Flamboyan belum menemui kejelasan, maka pengerjaan pasar sementara dihentikan dulu. Mengenai dana pembangunan pasar sementara pakai APBD dengan besaran Rp180 juta.

Perwakilan Anggota Masyarakat Gabungan Pedagang Ikan Basah Flamboyan, Syarif Usman menjelaskan bahwa pertemuan pedagang dan wali kota belum lama ini telah disampaikan semua usulan para pedagang. Ada sembilan masukan dilontarkan agar wali kota dapat pertimbangkan. 

Artinya, lanjut dia, niat baik Pemerintah untuk bangunkan pasar bukan ditolak. Tapi paling tidak usulan yang diajukan bisa jadi bahan pertimbangan. 

Dia juga paham dengan persoalan ini. Bahwa putusan hingga mau dibangunnya pasar tanpa sepengetahuan pedagang ada pada wali kota sebelumnya dan tanpa ada pemberitahuan pedagang selaku pengguna hak pakai.

Karena merasa tak ada pemberitahuan, pihaknyapun berembuk dan melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Tapi dalam pertemuan juga tak menghasilkan keputusan. 

Soal desain bangunan dianggap pedagang tak sesuai dan jika benar terbangun akan mematikan pedagang. Tapi putusan Wali Kota yang mendengarkan usulan pedagang ini dinilai pro ke para pedagang. 

"Kami banyak-banyak terima kasih dengan wali kota, karena lebih memandang kepentingan orang banyak. Pemerintah bijaksana dalam mengambil keputusan," katanya.

Ditanya soal pembangunan pasar sementara bagi pedagang ikan Flamboyan, dirinya tak mengetahui detail. Anggaran menggunakan dana siapa dia juga tak tahu, karena akan pembangunan ini saja belum menemui titik temu dengan pedagang.(iza) 

Berita Terkait