Pasang Rob Hantam Sejumlah Jembatan

Pasang Rob Hantam Sejumlah Jembatan

  Selasa, 24 November 2015 09:24
RUSAK: Kondisi salah satu jembatan penghubung antardesa di Teluk Keramat yang rusak akibat air pasang rob. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SEKURA – Pasang rob yang diakibatkan tingginya curah hujan, membuat sejumlah jembatan rusak di Kecamatan Teluk Keramat. Jembatan-hembatan tersebut berada di Desa Teluk Kaseh, Sengawang, dan Desa Merubong Tekarang.Ketua RT Desa Sungai Baru, Rajiali, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut putus akibat terjangan air sungai, terutama akhir-akhir ini curah hujan yang cukup tinggi. "Jembatan penghubung antara desa ke desa, bahkan jembatan ini juga menghubungkan antarkecamatan," ujar Rajiali, baru-baru ini.

Selain dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi dan mengakibatkan luapan air sungai, kerusakan tersebut, menurut dia, dikarenakan kondisi tiga jembatan tersebut berusia tua. "Bukan hanya dikarenakan hujan dan luapan air sungai saja, namun dikarenakan kondisi jembatan yang bisa dikatakan sudah tidak layak lagi," timpal Mubarok, salah seorang warga ketika sedang melintas jembatan di Desa Sengawang.

Sebagian masyarakat di Kecamatan Teluk Keramat mengeluhkan terkait kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang masih belum memadai. Masyarakat di sana berharap agar pemerintah berupaya mengedepankan lagi perbaikan infrastruktur dasar di wilayah mereka. Terlebih, jembatan-jembatan tersebut merupakan akses perekonomian masyarakat di pedalaman yang jauh dari pusat kota/kabupaten.

"Sangat penting bagi kami masalah infrastruktur dasar ini, karena apabila jembatan ini putus total, secara otomatis masyarakat tidak bisa melakukan aktivitasnya, seperti keluar masuk barang kebutuhan pokok," ungkap salah satu pemilik warung di sekitar lokasi jembatan, Wardah. Terpisah, kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sambas, Firmansyah, tak memungkiri kondisi jembatan yang sudah tidak layak dan harus diperbaiki. Bahkan, menurut dia, perlu ditingkatkan kembali pembangunan jembatan tersebut.

"Sudah kita pantau terkait rusaknya jembatan ini, dan rencananya tahun depan akan dibangun lagi berdasarkan DED (desain engeering detail), dan untuk sementara jembatan tersebut menggunakan kayu kelapa, agar bisa dilalui oleh kendaraan. Bahkan jembatan itu tidak bisa sembarangan dibangun, karena berdasarkan standar tiang tengah jembatan harus kuat," ujarnya, Senin (23/11) kemarin.

Pembangunan jembatan ini, diakui dia, tentu menggunakan dana yang cukup besar, lantaran material dan desainnya tidak bisa asal-asalan. Apalagi, kata dia, sejak dibangun, belum pernah dilakukan perbaikan, baik peningkatan maupun pemeliharaan, lantaran kondisi keterbatasan dana yang ada. Apalagi, menurutnya, rusaknya jembatan karena adanya penurunan pada tiang pancangnya. Pasalnya, diakui dia, tiang tersebut masih menggunakan kayu dan pengerjaannya pun masih manual.

"Makanya ke depan pengerjaannya nanti menggunakan sondir, untuk mengetahui kedalaman sungai. Memang ini membutuhkan dana yang besar, dan ketika pembangunan jembatan tersebut itu memakan anggaran sebesar dengan kisaran Rp4 miliar, dan tetap penanganannya akan dilakukan tahun depan," ujarnya. Untuk itu, dia menambahkan, Pemkab akan menggunakan dana yang ada, walaupun dana tersebut sudah habis. "Kita ada dana sarana dan prasarana dasar pekerjaan umum (PSDPU) yang digunakan untuk misalkan kejadian bencana yang ada ayu keadaan darurat, namun dana itu sudah habis," akunya. (har)