Pariwisata Bisa jadi Andalan Baru Kalbar

Pariwisata Bisa jadi Andalan Baru Kalbar

  Senin, 5 March 2018 11:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Festival Cap Go Meh di sejumlah kota di Kalimantan Barat menjadi daya tarik wisatawan lokal, domestik dan mancangera. Anggota DPR RI Michael Jeno mengatakan, dengan keragaman budaya dan keindahan alam yang ada, pariwisata Kalbar bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pariwisata bisa menjadi alternatif, agar provinsi ini  tidak tergantung pada komoditas klasik yang harganya belum stabil.

“Jika kita lihat industri pariwisata belum maksimal. Padahal kita punya bekal kebudayaan dan wisata alam yang sangat potensial. Seperti even Cap Go Meh dan festival barongsai ini yang menarik animo orang banyak untuk datang,” ujarnya saat menghadiri penutupan Festival Barongsai Mandiri di Pontianak, Sabtu (3/3).

Menurutnya, masing-masing daerah di Kalbar semuanya memiliki potensi alam bahkan ditambah dengan keunikannya masing-masing. Hal ini menjadi faktor penunjang untuk dijadikan objek wisata yang potensial dalam menarik wisatawan. "Bahkan sudah ada beberapa yang memang sudah dikenal lebih luas seperti Tugu Khatulistiwa, Danau Sentarum, dan Rumah Betang dan lain-lain. Itu adalah sebagian kecil dari berbagai objek wisata di Kalbar yang potensial," jelasnya.

Apalagi, Kalbar dengan Pontianak sebagai ibukotanya tepat dilintasi garis Khatulistiwa. Menurutnya momen di Tugu Khatulistiwa bisa diperkuat dan dikemas semenarik mungkin untuk menarik wisatawan datang. Jeno juga menceritakan pengalamannya ke Negara Ekuador yang juga dilintasi garus ekuator. Menurutnya, kemasan untuk even yang berkaitan dengan khatulistiwa di sana sangat menarik sehingga ramai disambangi orang dari berbagai negara. 

Menurutnya sektor pariwisata akan menjadi masa depan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi karena mampu menggerakan sektor lainnya dan tahan krisis. "Sektor pariwisata memiliki dampak yang luas terhadap ekonomi dan sektor lainnya serta dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas dia.

Apalagi pembenahan infrastruktur dan PLBN di perbatasan Kalbar-Sarawak menjadi peluang bagi kepawirisataan di provinsi ini. “Kita bisa mengandalkan tiga pintu perbatasan atau pos lintas batas negara. PLBN ini yakni Entikong di Sanggau, Aruk di Sambas dan Badau di Kapuas Hulu. Jadi wisatawan tidak masuk ke Kalbar hanya satu pintu saja,” ucapnya. Selain mengandalkan destinasi wisata lama, pihaknya terus memunculkan obyek-obyek wisata baru. 

Soal even Cap Go Meh, dia menilai selain sebagai agenda wisata, even ini juga adalah bukti bahwa Kalimantan Barat sangat berbudaya dan menghargai keragaman. “Tentu hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kita yang sangat beragam bisa saling menghargai. Begitu juga dengan kegiatan budaya etnik lain seperti Gawai Dayak dan even Budaya Melayu serta etnis lainnya juga semarak. Ini adalah kekuatan Kalbar,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait