Pantomim Ridho dan Firman Mengundang Tawa

Pantomim Ridho dan Firman Mengundang Tawa

  Senin, 12 November 2018 11:09
PANTOMIM: Pantomim Ridho dan Firman sukses membuat peserta Jalan Sehat tergelak.

Berita Terkait

Hiburan di Jalan Sehat Pontianak Post - Apersi 

Tampilan Pantomim Ridho dan Firman sukses  membuat peserta Jalan Sehat yang digelar Pontianak Post-Apersi terhibur. Gelak tawa penonton riuh menyaksikan aksi siswa SMP Negeri 1 Sungai Pinyuh  ini,Minggu (11/11).

MARSITA RIANDINI, Mempawah

PANTOMIM, mini teater tanpa kata yang merupakan kesenian  yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh sebagai dialog. Ridho dan Firman mempelajari kesenian ini sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. 

Tampilan lucu seorang pantomim menjadi daya tarik ke duanya untuk menirukan aksi kocak seniman yang tampil dengan wajah dipenuhi bedak putih ini. 

"Lucu dan menghibur. Makanya tertarik buat belajar," kata Ridho bercerita awal mula belajar pantomim. 

Dalam aksinya kali ini, mereka mengangkat tema bolos sekolah. Hanya butuh waktu dua jam untuk mempelajari tema ini."Dadakan, jadi latihannya cuma dua jam," ungkapnya.

 Firman menambahkan, tantangan yang mereka hadapi yakni menyesuaikan dengan lagu. Selain itu juga bagaimana caranya membuat penonton merasa terhibur. 

"Bagaimana membuat penonton terhibur. Selain itu juga kami harus menyesuaikan sama lagunya," kata dia. 

Firman dah Ridho sudah sering tampil dalam berbagai acara. Terutama di acara-acara sekolah. Beragam kisah sudah ditampilkan siswa kelas 8 ini. Kali ini mengisahkan tentang seorang siswa yang bangun kesiangan, lalu terlambat ke sekolah. Di tengah jalan, bertemu dengan seseorang yang mengajaknya bolos sekolah.   

Firman dan Ridho pun kerap menyaksikan aksi pantomim di YouTube. "Sering nonton di YouTube. Selain memang suka, juga untuk belajar," katanya. 

Aksi ini mengundang kekaguman penonton. "Seru dan menarik. Apalagi dimainkan anak yang masih SMP ya

Butuh keberanian untuk tampil," jelas Susanti saat menyaksikan penampilan keduanya. 

Menurut dia, bakat positif keduanya perlu didukung dan dilatih agar menjadi seniman yang profesional. 

"Harus dilatih dan didukung orang sekitar. Biar tambah semangat untuk menghibur penonton," ulasnya.  **

Berita Terkait