Panggung Hutan Hujan Yang Tak Pernah Sepi

Panggung Hutan Hujan Yang Tak Pernah Sepi

  Sabtu, 14 July 2018 05:25
NIKMATI FESTIVAL: Penonton memadati depan panggung, sementara sebagian memilih untuk menikmatinya sambil duduk di rerumputan.

Berita Terkait

Rainforest World Music Festival (RWMF) ke XXI resmi digelar jumat (13/7) di Sarawak Culture Village. Hari pertama festival ini digelar, ribuan penonton telah memadati area venue saat gate dibuka. Beberapa konser kecil dan workshop digelar sejak pukul 11 siang. 

Shando Safela, Kuching, Malaysia

============

SASARAK Culture Village yang jaraknya 40 kilometer dari pusat kota Kuching, menjadi tempat yang dituju para penonton festival. Beberapa tempat yang menjadi pemberhentian shuttle bus dengan tujuan area festival, dipadati sejak pagi.

Gayagayo, grup asal Indonesia memberikan workshop di panggung yang tak jauh dari pantai. Mereka mengajarkan Tari Saman yang berasal dari daerah asal mereka di Aceh. Penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari penonton yang datang dari luar Malaysia.

PUKAU PENONTON: Djeli Moussa Conde dari Guinea tampil di salah satu panggung RWMF 2018.

Menjelang sore, depan panggung utama mulai dibanjiri penonton, seakan mereka tak ingin ketinggalan penampilan para musisi yang datang dari seluruh belahan dunia. Tak sedikit penonton yang membawa kain atau tikar untuk berbaring di atas rumput di depan panggung. 

Panggung utama Rainforest Festival berada di hamparan rumput yang membentang antara gunung dan danau. Sejak 20 tahun silam, festival ini tak pernah sepi pengunjung. Promosi dan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat, membuat festival ini terus berkembang. Panggung RWMF selalu ramai dari tahun ke tahun, inovasi selalu dilakukan oleh Sarawak Tourism Board.

INDAH: Danau dengan katar belakang gunung yang menjadi venue pelaksanaan RWMF 2018.

Di hari pertama pelaksanaan festival, RWMF menampilkan Naedrum dari Korea Selatan, Djeli Moussa Conde dari Guinea, Warato'o dari Solomon Islands, Yallah Bye dari Tunisia, Dona Onete dari Brazil, Alberto Marin dari Spanyol, Slobodan Trkulja dari Serbia, Miring Ceremony dari Sarawak, dan Bhungar Khan Company dari India.

TARI SAMAN: Gayagayo mengajarkan Tari Saman kepada para penonton Rainforest Festival.

Meski baru digelar di hari pertama, festival ini mendapat sambutan luar biasa. Penonton yang hadir pun, lebih banyak dari luar Malaysia. Beberapa anak muda dari Indonesia pun turut memadati festival ini. Selain hotel dan resort, area camping pun sudah penuh dibooking oleh penonton.**

 

Berita Terkait