Panen Empat Ton Setiap Tahun, Kerap Dikunjungi

Panen Empat Ton Setiap Tahun, Kerap Dikunjungi

  Selasa, 15 March 2016 10:37
BUDIDAYA DI KOLAM: Abdurrasyid menabur pakan ikan di kolamnya belum lama ini. Setahun dia bisa panen 4 ton ikan air tawar. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Menjadi pejabat di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu tidak membuat Drs. Abdurrasyid, M.M berhenti bekerja. Dia menyalurkan hobinya sebagai pembudidaya ikan dan berkebun. Dari kolamnya yang kerap dikunjungi pejabat ini, setiap tahun bisa menghasilkan 4 ton ikan. Lainnya, Arwana puluhan ekor. MUSTA’AN, Kapuas Hulu

LOKASI usaha yang dikelola Abdurasyid ini merupakan bekas ladang orang tuanya yang dikelola sejak tahun 1980-an. Bahkan, sejak menempuh study di Fisipol Universitas Tanjungpura Pontianak, tahun 1983-1989 ia sudah mengikuti orangtuanya berladang di lahan dengan luas 70 hetar itu. Kini lahan yang pernah dikelola orangtuanya selama 14 tahun sudah disulap jadi kolam ikan dan kebun karet.

Butuh waktu panjang untuk mengelola lahan tersebut, sehingga menghasilkan ratusan juta rupiah setiap tahun dari hasil panen ikan kosumsi, arwana dan kebun karetnya. Kolam ikan yang berada di Sungai Bakong dekat jalan lintas selatan itu berisikan empat jenis ikan kosumsi. Yakni jelawat, paten, bawal, tapah dan lele. Ikan-ikan ini dipanen minimal dua kali setahun, hasil panen kurang lebih 4 ton. 

Ia tidak sendiri mengerjakan pekerjaan yang biasa ia kerjakan sebelum menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu tahun 1989. Sebagai pegawai, ia hanya ada waktu luang pada hari Sabtu dan Minggu. Hari libur itu tidak disia-siakannya untuk turun langsung mengerjakan pekerjaan dikolam dan kebun karet bersama pekerjanya yang tak lain adalah para kerabat dekatnya.

“Hari libur saya sendiri yang mengerjakan pekerjaan disini, dibantu keponakan dan beberapa pekerja lain. Dari kecil saya sudah biasa kerja berat seperti ini. Lokasi ini dirintis bapak saya sejak saya masih kuliah tahun 1983-1989. Setiap libur sekolah, saya ikut berladang disni,” kata Abdurrasyid. Sekarang bekas ladang keluarga seluas 70 hetar ini dikelolanya untuk kebun perkabunan karet dan kolam ikan.

Abdurrasyid mengaku kolam ikan kosumsinya yang dia isi dengan iklan bawal, tapah dan ikan jelawat serta lele ini selalu dikunjungi pemancing. Seperti dari Kodim 1206 Putussibau, Polres maupun Kejaksaan. “Setiap hari libur ada saja yang mancing ke sini. Ikan hasil pencingan mereka timbang dan mereka beli sesuai harga pasar. Tidak mahal saya jual, lebih murah dari pasar Putussibau,” paparnya.

Kolam yang berada di Sungai Bakung tidak jauh dari mungguk aduh ini tidak dikelola Abdurrasyid sendiri, karena ia hanya ada waktu Sabtu dan Minggu atau hari libur saja untuk bekerja langsung ke kolam dan kebun miliknya. Sehari-hari Abdurrasyid dibantu sudara dekatnya, mengelola kolam ikan dan kebun. “Kalau ada waktu lubur saja bekerja disini, selebihnya keluarga yang bekerja,” terangnya.

Belum lama ini, kolam arwana dan ikan kosumsi milik Abdurrasyid sempat di kunjungi Anton Medan beserta rombongan dari Sintang. Pria sederhana ini mengaku tidak berminat untuk menjual tanah dan kolam milikinya. Walaupun banyak yang menawarkan dengan harga yang fantastis. “Tidak saya jual, banyak yang berminat. Ada sejarah keluarga disni, untuk persiapan saya pensiun saja,” jelasnya.

Mantan Camat Boyan Tanjung ini mengaku dalam satu tahun, kolam ikan kosumsi dan arwana serta kebun karetnya menghasilkan ratusan juta rupiah. “Banyak pihak yang beranggapan negatif atas usaha ini. Tapi saya jelas kan asal usul tanah ini milik keluarga. Dan saya merintis usaha disni dari belum jadi pegawai,” jelasnya. Orang melihat usaha ini ketika sudah berhasil, tidak tahu asal usulnya.

Bapak tiga anak, masing-masing Kuswandi, Dwipa Hayati dan Dwisna Trihandayani ini menjelaskan tidak ada hubungan jabatannya sebagai kepala dinas dengan usaha yang ditintisnya dari nol. Bahkan, dalam urusan pekerjaan ia selalu mengerjakan sendiri dibantu pekerjanya. “Saya ini sudah terbiasa kerja keras.Kalau nyangkul sudah biasa, anggap olahraga,” ungkap suami Murniati ini dengan ramah.

Saat Pontianak Post mampir dikolam ikan milik Abdurrasyid belum lama ini, ia tampak tengah sibuk menabur pakan ikan di kolam kosumsinya. Ratusan ikan jelawat dengan berat rata-rata 2 kg nampak jelas dipermukaan kolam. Demikian juga ikan bawal dan tapah, ketika diberi pakan langsung muncul dipermukaan. Tak heran kolam ikan kosumsi ini bisa hasilkan ratusan juta rupiah setiap tahunnya. (*)

Berita Terkait