Pancasila Hanya Jadi Mantra, Prabowo: Indonesia Sedang Lemah

Pancasila Hanya Jadi Mantra, Prabowo: Indonesia Sedang Lemah

  Rabu, 20 June 2018 20:49

Berita Terkait

KETUA  Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). 'Serangan' itu dilancarakan melalui sebuah video di akun media sosial Facebook miliknya.

Dalam video berdurasi ‎37.50‎ menit ini, Prabowo yang merupakan mantan Danjen Kopassus itu mengaku prihatin dan menegaskan, bahwa masyarakat Indonesia sudah pada arah yang salah. Ini karena sistem politik dan ekonominya telah keluar dari cita-cita rakyat Indonesia.

Apalagi, lanjutnya, saat ini Pancasila hanyalah sebuah jargon saja. Namun tidak sama sekali dilaksanakan. Misalnya, pada sila ketiga Keadilan Bagi Seluruh Indonesia. Pada kenyataanya tidak ada keadilan di Indonesia. Karena masyarakat Indonesia tetap miskin. Kekayaan hanya dikuasai oleh segilintiran orang saja.

Berikut ini pidato lengkap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Saudara-saudara sekalian, kita merasakan bersama keadaan bangsa yang terus terang saja kurang membahagiakan bagi sebagian besar rakyat kita."‎

"Sudah berkali-kali kita bahas dan saya kira kader Gerindra mungkin tidak perlu terlalu rinci lagi saya uraikan. Sudah banyak di antara kalian yang sudah datang ke Padepokan Garuda Yaksa di Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, di sana sebagian dari kalian sudah menerima penataran, kaderisasi, pelajaran, kita sudah buktikan kepada kalian dengan data, dengan fakta, gejala-gejala, fenomena yang terjadi di bangsa kita"‎.

"Saya telah menyebarluaskan, yang terakhir buku saya 'Paradoks Indonesia' yang sudah tersebar di mana-mana. Dan saya kira saudara sudah paham benar apa yang menjadi pusat perhatian dari Partai Gerindra".

"Dari awal saya dan partai Gerindra melihat, bahwa kehidupan bangsa di Indonesia di arah yang salah, kita merasakan dan Gerindra merasakan dan saya berpandangan bahwa sistem bernegara, sistem politik dan sistem ekonomi di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari rencana dan cetak biru yang dibangun oleh pendiri bangsa kita. Yaitu pancasila dan UUD 1945"

"Kesulitan kita sekarang, karena kita tidak setia terhadap pancasila dan UUD 1945. Banyak yang menggunakan pancasila dan UUD 1945 sebagai mantra dan slogan tetapi hakekatnya tidak dipahami dan tidak mau dilaksanakan"

"Sebagai contoh, pancasila terdiri dari lima sila, tetapi sering kelima itu tidak dijalankan‎. Sebagai contoh ekonomi kita tidak berpatok pada keadilan sosial.‎ Bagaimana kita bisa katakan keadilan sosial kalau yang menguasai kekayaan bangsa kita hanya segelintir orang saja. Kurang dari 1%. Bahkan ada yang mengatakan tidak lebih dari 300 keluarga dari 250 juta orang yang menikmati kekayaan bangsa Indonesia".

"Kekayaan negara diambil dan dikuasai bangsa asing. Indonesia sekarang disebutnya harus meminjam uang untuk membayar utang dan menggaji pegawai. Intinya, Indonesia dalam keadaan lemah" (gwn/JPC)

Berita Terkait