Pakai Baju Hitam Sebelum Kecelakaan

Pakai Baju Hitam Sebelum Kecelakaan

  Jumat, 9 September 2016 09:30
KEBAKARAN HEBAT: Petugas pemadam kebakaran memadamkan kobaran api dari badan tangki truk Pertamina di ruas Tol Porong KM 33 Sidoarjo (8/9). Truk berisi 32 ribu liter BBM itu menyenggol tiang jembatan dan oleng ke kanan hingga menabrak pembatas jalur tol. BOY SLAMET/JAWA POS

Berita Terkait

Nur Litfiyanto Dikenal Kalem di Kantor

SURABAYA – Mendung duka seketika menyelimuti Kantor PT Teknik Umum, Jalan Parang Barong. Kesibukan para pegawai yang sehari-hari terlihat di kantor berlantai dua itu tak terlihat siang hingga sore kemarin (8/9). Hanya ada beberapa pegawai saja, duduk diam termenung dengan wajah yang menyiratkan kesedihan.

Suasana 'muram' itu terlihat sejak polisi datang ke kantor itu. Korps berseragam cokelat itu memberitahukan kabar duka sekitar pukul 11.00 kemarin. Dia mengatakan korban tewas terbakar di KM 33 Tol Sidoarjo arah Porong merupakan pegawai PT Teknik Umum, Nur Lutfiyanto.

Seketika, sebagian besar pegawai yang mengenal sosok Lutfi tertunduk. Sebagian yang lain menangis mendapati kabar duka tersebut. ''Setelah dapat kabar, atasan saya dan beberapa pegawai lain menuju ke rumah sakit, diantar polisi yang tadi kesini,'' ujar Erma Erawati, 44, bagian keuangan  yang juga salah satu rekan korban.

Erma mengatakan terakhir bertemu Lutfi rabu (7/9) kemarin. Saat itu Lutfi terlihat sedikit berbeda, terutama penampilannya. Dia tidak memakai seragam cokelat khas kantor tersebut. ''Malah pakai baju hitam,'' katanya.

Sebelum kabar tewasnya Lutfi dalam kecelakaan tersebut, Erma mengatakan Lutfi susah dihubungi. Bahkan, handphonenya tidak aktif sama sekali. ''Coba berkali-kali hasilnya tetap sama saja, tidak aktif nomornya,'' terang Erma.

Sejak saat itu muncul ketakutan diantara rekan kerja Lutfi di kantor. Mereka takut terjadi sesuatu yang kurang baik kepada sahabat mereka itu. Keluarga Lutfi yang tinggal di Gresik Kota Baru juga sempat dikontak kantor untuk mengetahui keradaan alumnus UNESA itu. ''Keluarga bilang sudah berangkat seperti biasa,'' ujarnya.

Nah, ketakutan itu semakin menjadi saat mereka mendengarkan sebuah berita di salah satu stasiun radio. Berita itu menyebutkan telah terjadi kecelakaan di KM 33 Tol Sidoarjo arah Porong, dengan satu korban tewas terbakar mengendarai Avanza. Erma yang paling takut langsung sigap menelpon stasiun radio itu guna menanyakan plat nomor mobil yang terbakar itu.''Radio itu masih belum bisa memastikan plat nomernya, saya dan teman-teman makin was-was,'' jelasnya.

Puncaknya, seorang polisi datang dan memberikan kabar duka itu. Erma yang sudah mengenal sosok Lutfi sejak 20 tahun lalu terduduk lemah. Dia tidak menyangka rekan kerjanya itu pergi dalam kecelakaan yang tragis tersebut.

Sosok Lutfi di mata Erma adalah pria yang pendiam. Tidak pernah terlibat masalah ataupun punya musuh di kantor. ''Orangnya cenderung jarang ngomong. Senange senyum-senyum saja dan diam,'' terang Erma.

Lutfi juga jarang ngebut ketika mengendarai kendaraan. Sifatnya yang kalem membuat bapak beranak dua itu jarang ugal-ugalan. Ini dibuktikan dengan awetnya dan tidak pernah tergoresnya mobil kantor yang diberikan kepada Lutfi sebagai kendaraan operasional kerja setiap hari.

Lutfi memang setahun terakhir Lutfi menempuh perjalanan jauh untuk bekerja. Hal tersebut dilakukan sejak kantornya menjalin kerjasama dengan Sampoerna untuk membangun sebuah proyek di daerah Sukorejo, Pasuruan. Lutfi yang menjabat sebagai manager proyek terpaksa harus pulang-pergi Gresik-Sukorejo tiap hari. ''Dia jarang ngantor, kalau ada keperluan saja dia baru kesini. Tapi kan sudah lama kerja, jadi sebagian besar pegawai kenal sama Beliau,'' beber Erma. (rid)

Berita Terkait