Overload, Server UNBK Down

Overload, Server UNBK Down

  Selasa, 24 April 2018 11:00
UNBK SMP: Sejumlah siswa mengikuti UNBK di SMPN 2 Pontianak, Senin (23/4). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Gangguan Terjadi di Sejumlah Sekolah di Kalbar

JAKARTA – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP molor. Dari barat sampai timur wilayah Indonesia. Durasinya 30 menit hingga 4 jam. Penyebabnya, server UNBK yang dikelola Kemendikbud down gara-gara overload. 

Masalah tersebut bahkan dialami para peserta ujian dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Di Kalimantan Barat, server down terjadi di sejumlah daerah, misalnya di Pontianak, Kubu Raya, Nanga Pinoh, dan Singkawang. 

Sejumlah siswa sudah masuk ruangan pada pukul 07.00 untuk mengerjakan ujian bahasa Indonesia. Mereka dijadwalkan menjawab soal mulai pukul 07.30. Sayang, soal tidak muncul di layar komputer. 

Tidak hanya terjadi pada satu atau dua siswa. Namun, seluruh peserta ujian. 

Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Mochamad Abduh mengungkapkan, server UNBK kemarin ngadat karena overload. ”Jumlah peserta UNBK SMP/MTs yang sangat banyak,” katanya saat dihubungi kemarin. 

Tahun ini ada 2.004.947 siswa SMP dan 689.573 siswa MTs yang mengikuti ujian. Itu lebih banyak daripada peserta UNBK SMA, yakni 1,8 juta siswa. 

Bahwa gangguan server UNBK kemarin disebabkan overload, juga dibenarkan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Hal itu disampaikan Mendikbud di sela-sela meninjau pelaksanaan ujian di SMP Negeri 2 Mimika, Papua. 

“Kapasitasnya sangat overload karena tahun ini terjadi pelonjakan peserta ujian nasional sangat drastis, SMP yang ikut dibanding tahun lalu sehingga kapasitasnya tidak memadai di luar perkiraan kita,” katanya kepada Radar Timika (Jaringan Pontianak Post Group). 

Ia mengatakan kejadian kemarin akan menjadi evaluasi. Diharapkan tidak terjadi lagi tahun depan. Namun ditegaskannya, gangguan server tidak menganggu ujian nasional karena jadwal sekarang sangat felksibel termasuk pembagian shift. 

Sayang, Kemendikbud tidak bisa menjawab ketika ditanya apakah masalah kemarin disebabkan kecerobohan mereka. Sebab, mereka paling tahu jumlah siswa SMP/MTs yang mengikuti UNBK. Mereka seharusnya bisa mempersiapkan server yang mumpuni. 

Dengan anggaran 20 persen dari APBN, sekitar Rp 400 triliun, Kemendikbud punya dana yang cukup untuk mempersiapkan server yang anti-ngadat. (lyn/wan/mar/c10/ang)

Berita Terkait