OTT Pejabat Kementerian PUPR Tak Ditemui Penyidik KPK, Irjen PUPR Pulang dengan Tangan Hampa

OTT Pejabat Kementerian PUPR Tak Ditemui Penyidik KPK, Irjen PUPR Pulang dengan Tangan Hampa

  Sabtu, 29 December 2018 04:25
Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta pada Jumat malam (28/12). (Intan Piliang/JawaPos.com)

Berita Terkait

JAKARTA--Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta pada Jumat (28/12) malam. Kedatangannya,  terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar lembaga ini. Sebab, KPK mengamankan beberapa pihak dari Kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Basuki itu.  

Widiarto tiba di Gedung KPK sekira pukul 22.49 WIB. Tidak banyak kata yang dia ucapkannya kepada wartawan. Dia mengaku datang ke KPK untuk mengkonfirmasi soal kasus apa dan siapa yang telah dibawa tim penyidik.

"Belum tahu, makanya saya mau konfirmasi dulu ya," ujar Widiarto, Jumat (28/12).

Sementara itu, saat disinggung, apa dugaan OTT itu terkait penyediaan air minum tanggap bencana, dia tidak dapat mengelak. Namun, dia tak merinci lebih lanjut. "Informasi yang beredar seperti itu," tukasanya.

Widiarto kemudian  keluar sekitar pukul 23.49 WIB. Saat datang dengan mengenakan baju batik, pria berkacamata tersebut memang sempat duduk di lobi gedung KPK. Namun, hampir satu jam menunggu, dia tak ditemui penyidik atau siapapun oleh orang KPK.

[Karena tak ditemui oleh orang KPK, dia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan gedung lembaga antirasuah lebih cepat. “Dari dalam (KPK) belum ada sama sekali belum ada (informasi detail OTT). Kami besok siang akan ke sini lagi,” kata Widiarto saat akan meninggalkan kantor KPK Jakarta, Jumat (28/12) malam.

“Sementara ini kami duga terkait barang dan jasa, ada di level satker, di level bawah, jadi pelaksana proyek. Kira kira itu ya,” ucapnya sembari bergegas meninggalkan gedung KPK.

Di lain pihak, terkait tidak ditemuinya Irjen PUPR oleh penyidik, kata juru bicara KPK Febri Diansyah lantaran tim tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang telah diamankan. Oleh karena itu, menurut Febri, pihaknya meminta pihak Kementerian PUPR bersabar menunggu gelar perkara.

"Kalau informasi secara resmi secara lengkap nanti disampaikan di konferensi pers. Untuk tahap awal ini yang bisa kami konfirmasi adalah peristiwa adanya kegiatan tangkap tangan, itu yang pertama, dan kedua itu benar merupakan tim KPK," jelas Febri.

Sebelumnya, dikabarkan KPK melakukan OTT terhadap pejabat Kementerian PUPR dan sejumlah pihak lain. Total dalam operasi senyap tersebut, ada sekitar 20 orang yang diamankan. Mereka terdiri terdiri dari berbagai pihak unsur yang berbeda latar belakangnya.

Selain menangkap sekitar 20 orang, KPK juga mengamankan sejumlah uang tunai senilai Rp 500 juta dan USD 25.000. Serta satu kardus uang yang belum diketahui jumlahnya, karena tengah dihitung jumlahnya oleh tim. 

(ipp/JPC)

Berita Terkait