Orang Kira Hamil, Mita Rupanya Menderita Tumor Jinak

Orang Kira Hamil, Mita Rupanya Menderita Tumor Jinak

  Kamis, 8 November 2018 09:45
TUMOR: Mita, wanita 33 tahun ini memegang perutnya yang didiagnosis tumor. MARSITA RIANDINI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kisah Penderita Tumor

Mita, wanita 33 tahun ini tak pernah membayangkan akan memiliki perut buncit seperti sedang hamil. Buncitnya perut Mita itu akibat terdapat tumor di perutnya. Saat pertama kali didiagnosis sekitar tahun 2005, tumor jinak tersebut sudah sebesar jempol orang dewasa. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak

PERUT Mita semakin membesar. Setiap yang baru kali pertama bertemu dengannya mengira Mita hamil besar. Mita tak sanggup menahan air mata, ketika lebih dari 10 tahun hanya bisa memandangi perutnya yang kian hari membesar. 

“Saya yang sakit. Ini bukan hamil, tapi tumor,” kata Mita ketika Pontianak Post menyambangi kediamannya, Gang Usaha Bersama, Jalan Pembangunan, Nipah Kuning. 

Banyak orang yang mengira Mita sedang hamil dan menanyakan hari kelahiran bayinya. Mulanya, Mita merasakan ada yang tumbuh di bagian perutnya sebesar jempol orang dewasa. Lambat laun, semakin membesar. Ia memeriksakan kondisinya ke dokter. Ia juga tak menolak menjalani operasi pembedahan untuk mengangkat tumor tersebut. Bahkan beberapa kali masuk ruang operasi tetapi tak kunjung di operasi. Mita memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. 

“Pernah periksa ke dokter. Bahkan sudah menginap beberapa hari di rumah sakit. Waktu itu katanya mau di operasi. Saya tunggu berhari-hari di rumah sakit, katanya dokternya lagi ke luar negeri,” jelasnya. 

Ia tak lagi memeriksakan kondisi kesehatannya lantaran tak punya biaya. “Dulu pakai askeskin, khawatir  mengalami hal sama. Tidak didulikan,” ujarnya yang sudah mengurus BPJS. 

Dia berusaha menempuh pengobatan alami, yaitu dengan konsumsi obat-obatan herbal untuk mengurangi pembengkakan di perutnya. Pengobatan alami itu tak membuahkan hasil. Dari tahun ke tahun, tumor jinak tersebut malah semakin membesar. 

Efek pembengkakan itu Mita mengalami sesak napas. Ia kesulitan berbicara. Ia bahkan tak bisa terlalu banyak beraktivitas, karena mudah lelah. Meskipun tumor yang dialami tidak merasakan sakit, tetapi Mita khawatir semakin bertambah parah. 

“Katanya tumor jinak. Tidak sakit, tapi memang kata dokter semakin membesar. Saya takut lama-lama semakin parah,” ujarnya meneteskan air mata. 

Mita  berasal dari keluarga kurang mampu. Rumah yang didiami, berbahan kayu bekas dengan ukuran yang kecil. Rumah itu didirikan di tanah milik tetangga. 

“Ini rumah kami bangun dari kayu yang dikasih tetangga. Kami menumpang tanah milik orang. Dulu pernah di sebelah sana, ketika tanah itu dijual kami cari lagi tumpangan di tanah yang baru,” katanya yang harus pasrah jika suatu saat, tanah yang ditumpangi diambil pemilik. 

Suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang kala mengambil upah menebas rumput, kadang pula diminta tetangga untuk bantu-bantu membersihkan pekarangan rumah. 

“Bekerja sebisanya lah. Bantu-bantu orang. Sementara kondisi saya seperti ini tidak bisa berbuat banyak. Antar jemput anak saya pun harus suami,” ungkap ibu satu anak ini. 

Mita pun berharap bisa segera sembuh. Ia berharap kebaikan banyak pihak untuk mengulurkan bantuan. “Ya mohon bantuannya lah. Semoga bisa menjalani operasi. Saya rasanya semakin takut kalau melihat perut semakin membesar,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait