Optimis Diangkatnya Guru Tidak Tetap via BUD

Optimis Diangkatnya Guru Tidak Tetap via BUD

  Kamis, 9 May 2019 09:36
BELAJAR: Proses belajar mengajar di SD pedalaman Kalbar.

Berita Terkait

Kabupaten Landak Masih Kekurangan Guru​
Diangkatnya tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) melalui Beasiswa Utusan Daerah (BUD) diharapkan bisa membantu mengatasi kekurangan tenaga guru di kabupaten Landak.Minimnya tenaga pendidik khususnya guru di Kabupaten Landak dianggap kurang memadai. Kondisi ini jelas sangat prihatin.

Miftahul Khair, NGABANG

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) Landak. Ketua PGRI Landak, Jongki menilai, hal itu dikarenakan jumlah guru yang dibutuhkan sangat sedikit. Sesuai data yang ada di PGRI Landak 2018 lalu, jumlah guru PNS yang ada di Landak sekitar 3.200 orang. Angka itu belum termasuk yang pensiun. 

"Artinya, banyak yang diperlukan, tapi sedikit yang ada. Hal itupun ditambah lagi dengan banyaknya guru PNS yang memasuki masa pensiun, terutama tenaga guru yang diangkat melalui zaman Inpres dulu. Selain itu, ada juga guru yang diangkat pada tahun 1984 ke atas sudah memasuki masa pensiun secara besar-besaran," ujar Jongki di Ngabang, Rabu (8/5).

Akan tetapi, ia optimis dengan adanya upaya-upaya pemerintah daerah dalam rangka mengangkat tenaga Guru Tidak Tetap (GTT). Terutama melalui Beasiswa Utusan Daerah (BUD). 

“Itu sangat membantu sekali," lanjut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak ini. Dijelaskan Jongki, saat ini pun ada aturan yang menegaskan bahwa sekolah tidak boleh mengangkat tenaga guru kalau guru itu tidak memenuhi persyaratan. “Sementara di daerah-daerah tertinggal, ini kan sangat membutuhkan guru. Syarat guru sekarang minimal S1 atau D4. Sedangkan di daerah-daerah tertinggal atau terpencil, lulusan  S1 atau D4 sangat sulit didapat. Sementara guru diperlukan. Mau tidak mau mereka mengangkat guru yang tidak memenuhi syarat," terangnya.

Ia melanjutkan, sesuai instruksi dari Bupati Landak kepada pihak sekolah supaya memaksimalkan tenaga guru yang ada di sekolah itu. 

"Tapi dikarenakan jumlahnya terbatas, sementara kelasnya banyak, bagaimanapun juga tetap kurang," akunya. Namun, dia berkeyakinan mutu pendidikan di Landak akan meningkat. "Apalagi sekarang ini dengan struktur organisasi yang baru, kita lebih konsen membangun dunia pendidikan di Landak. 

Seperti sekarang ini pembinaan SD, khusus diurus bagian SD. Demikian juga dengan SMP. Kalau setahun yang lalukan SD dan SMP digabung. Sehingga, tanggung jawab bidang terbagi dua," terangnya. (*)

Berita Terkait