Optimalkan Implementasi Tertib Ukur

Optimalkan Implementasi Tertib Ukur

  Kamis, 13 June 2019 20:48

Berita Terkait

SUNGAI RAYA— Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya terus mengupayakan implementasi  tertib ukur di lingkungan Pemerintah Kubu Raya. salah satu cara yang dilakukan untuk mendisiplikan pedagang atau pelaku usaha dalam agar selalu tertib ukur yakni dengna memberikan sosialisasi dan edukasi di lapangan berkaitan dengan tertib ukur. 

“Untuk mendukung implementasi tertib ukur, kami sudah berupaya aktif melakukan pelayanan tera dan tera ulang di Kubu Raya,”kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani kepada Pontianak Post. 

Menurutnya pelayana tera dan tera ulang tidak hanya diberikan bagi para pedagang di pasar tradisional, namun pelayanan tera dan tera ulaang juga diberikan bagi perusahan-perusahaan besar yang menggunakan timbangan termasuk tangki ukur SPBU. 

“Jadi timbangan besar milik perusahaan, termasuk tangki ukur SPBU itu secara berkesinambungan juga kami pantau dan berikan pelayanan tera,” jelasnya.
Belum lama ini, kata Nora pihaknya Direktur Badan Standarisasi Meterologi Legal dari Banjarmasin, untuk sama-sama melakukan inspeksi mendadak kesejumlah SPBU di Kubu Raya.

“Jadi kami lihat semua alat-alat, terutama alat ukur di sejumlah SPBU menggunakan bejana ukur, dan hasil sidaknya pelanggaran yang kami teemukan masih dalam batas normal, karena biasanya ada terjadi sedikit pergeseran jarum alat ukur di SPBU itu, tapi setelah kami pantau masih dalam batas wajar dan harus diingatkan,” paparnya. 

Disinggung apakah ada sanksi paagi perusahaan dan pedagang yang tidak menajalankan aturan tertib ukur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, kata Nora semua aturan jika tidak dijalankan, tentunya akan mendapatkan sanksi. Meski begitu untuk sanksi yang diberikan bagi oknum yang melanggar aturan kata dia, akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dibuat. 

“Sepengetahuan saya khusus untuk usaha yang berkaitan dengan BBM seperti SPBU dan sejenisnya, jika ditemukan membuat kesalahan dengan sengaja termasuk yang berkaitan dengan tertib ukur termasuk tera ini maka akan langsung dicabut izinnya,” tegasnya. 

Karenanya Nora mengimbau bagi pemilik SPBU dan sejenisnya, jika memang menemukan, alat ukur SPBU mengalami kesalahan diharapkan bisa segera menghubungi Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kubu untuk segera dilakukan tera atua tera ulang.

“Kalau sudah tahu alat ukurnya rusak, namun sengaja dibiarkan, itu termasuk sebuah kesengajaan dan kecurangan yang merugikan konsumen dan kalau ketahuan tentu akan diberikan sanksi berupa cabut izinnya,” ucapnya. 

Selain memberikan pelayanan bagi masyarakat Kubu Raya, kata Nora UPTD meterologi legal Kubu Raya juga memberikan pelayanan serupa seperti tera, tera ulang dan sejenisnya kabupaten yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Kubu Raya. “Sejauh ini kabupaten yang sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kubu Raya yang  berkaitan dengan pelayanan tera dan tera ulang yakni Kabupaten Kappuas Hulu,” ungkapnya. 

Nora pun menerangkan, pada dasarnya biaya untuk melakukan tera dan tera ulang pada dasarnya cukup terjangkau dan disesuaikan dengan jenis alat ukur atau timbangan yang digunakan. “Ada yang biaya teranya hanya sekitar Rp10 ribu saja, ada juga yang Rp200 ribuaan tergantung alat ukur yang digunakan dan besaran biaya tera dan tera ulangnya ini juga sudah diatur di dalam Perda tentang retribus pelayanan tera dan tera ulang di Kubu Raya,” jelasnya. 

Lantaran sudah memberikan pelayana tera dan tera ulang secara berkelanjutan, kata Nora saat ini pihaknya juga telah memiliki empat tenaga berhak yang telah bersertifikasi untuk melakukan pelayanan tera dan tera ulang. “Jadi untuk melakukan tera dan tera ulang juga tidak sembarangan, ada tenaga khusus yang telah kami siapkan dan mereka semuanya sudah bersertifikasi,” ucapnya. 

Agar alat ukur yang dimiliki pedagang atau pengusaha bisa selalu terjaga keakuratannya, Nora pun mengimbau agar bisa melakukan tera dan tera ulang setidaknya tiga bulan sekali. “Atau misalnya, kalau ada pedagang yang merasa timbangannya rusa,k, dia bisa langsung datang ke kantor kami, dan bisa segera kami lakukan tera dan tera ulang,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait