Oknum Jaksa Cabuli Anak

Oknum Jaksa Cabuli Anak

  Minggu, 5 Agustus 2018 08:24

Berita Terkait

PONTIANAK – Oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, Aj, dipolisikan oleh mantan istrinya. Oknum jasa di bidang pengawasan itu diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. 

Dugaan pencabulan itu terungkap dari pengakuan korban kepada ibunya. Bocah malang itu menceritakan, jika ayahnya telah menyuruhnya melakukan perbuatan tak senonoh. “Sudah kurang lebih tiga minggu tidak bertemu dengan anak saya. Lalu, pada 20 Juli kemarin saya menjemputnya sekolah dan membawanya pulang. Di rumah ia lalu bercerita apa telah dilakukan ayahnya,” kata ibu kandung korban, Sabtu (4/8) di Pontianak. 

Ibu korban mengatakan, setibanya di rumahnya anaknya langsung pergi ke kamar mandi untuk buang kecil. Di sana ia melihat anaknya sedang memainkan kemaluannya dan setelah selesai masih memainkan kemaluannya. “Saya bilang ke anak saya, jangan dimain, nanti sakit,” cerita ibu korban. 

Namun, lanjut dia, tiba-tiba saja anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak itu mengatakan, jika ayahnya melakukan perbuatan tak senonoh kepadanya. “Saya terkejut mendengar apa yang dikatakannya. Saya tanya saat itu dia bilang apa kepada papahnya? dia menjawab jangan Pah, jangan. Setelah menjawab, anak saya langsung menangis dan lari,” ungkap ibu korban. 

Mendengar cerita memilukan tersebut, ia kemudian berdiskusi dengan beberapa temannya, untuk mencari informasi apa yang harus dilakukannya terhadap kasus yang dialami anaknya. “Kawan-kawan menyarankan untuk lapor ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD). Saran itu saya lakukan, beberapa hari yang lalu kasus itu sudah masuk ke KPPAD Kalbar,” ucapnya. 

Setelah membuat laporan ke KPPAD, pada 31 Juli lalu kasus itu telah dilaporkannya ke Mapolda Kalbar. “Saya hanya ingin mencari keadilan dan apa yang saya lakukan hanya untuk melindung anak saya,” ucapnya. 

Dia yakin, tidak mungkin anak sekecil itu berbohong. Apalagi dengan perubahan perilaku yang terjadi putrinya tersebut. “Contoh, anak suka muntah kalau makan, atau sering  bilang mau liat kemaluannya, tidak kepada teman-temannya,” ungkapnya.  

Ibu korban mengaku sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan mantan suaminya itu kepada anak semata wayang hasil pernikahannya. Sosok ayah yang diharapkan dapat mendidik anaknya menjadi lebih baik, malah sebaliknya, melakukan tindakan yang tidak terpuji. “Kenapa dia bisa setega itu dengan anaknya sendiri?” sesal ibu korban. 

Kuasa hukum keluarga korban, Dewi Ari Purnamawati mengatakan, berkaitan dengan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oknum jaksa terhadap anak kandungnya, bahwa kasus tersebut secara resmi telah membuat pengaduan ke Polda Kalbar. “(Tanggal) 31 Juli pengaduan kami sampaikan, 1 Agustus proses BAP sudah dilakukan,” kata Dewi. 

Kini pihaknya akan menunggu proses hukum yang akan dilakukan kepolisian. “Senin 6 Agustus kami akan datang ke Polda untuk menanyakan sudah sejauh mana proses pengaduan itu,” ucapnya. 

Komisioner KPPAD Kalimantan Barat, Alik R Rosyad, membenarkan, telah menerima laporan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh bapak kepada anak kandungnya. “Karena kasus ini sudah dilaporkan ke kepolisian, kami tentu akan melakukan pendampingan, terlebih pendampingan terhadap psikologi korban,” kata Alik. 

Alik mengatakan, pendampingan lain yang dilakukan pihaknya adalah melindungi ibu dan korban, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepadanya. “Untuk penanganan kasus, kami percayakan kepada polisi. Mengingat terduga pelaku adalah aparat penegak hukum, tentu akan akan ada konlfik of interst  (konflik kepentingan), namun kami yakin polisi akan bekerja secara profesional dan profosional,” harap Alik. 

Sementara itu, saat pihak Kejati Kalbar akan dikonformasi, kantor dalam keadaan tutup karena libur. Saat dikonformasi melalui telepon genggam ke salah satu pejabat Kejati, nomor yang dihubungi tidak aktif. (adg)

Berita Terkait