Objek Wisata Religi Paling Ramai Dikunjungi

Objek Wisata Religi Paling Ramai Dikunjungi

  Selasa, 18 June 2019 09:30
MAKAM: Makam Opu Daeng Manambon yang tak pernah sepi dari penziarah Ke Halaman 23 Kolom 1 pada hari-hari khusus, seperti saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. HUMAS PEMKAB/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pengingat Jasa Alim Ulama Menyebarkan Agama 

Sejumlah objek wisata di Kabupaten Mempawah semakin tempat tujuan masyarakat. Salah satunya, wisata religi Makam Opu Daeng Menambon di Desa Pasir dan Makam Habib Husein di Desa Sejegi. Sejak Idul Fitri 1440 H lalu, kedua lokasi ini padat didatangi pengunjung dari berbagai daerah.

Wahyu Izmir, Mempawah

PARA pengunjung yang mendatangi kedua lokasi wisata religi ini tak hanya untuk menikmati pemandangan alam saja. Lebih dari itu, mereka beriziarah dan mendoakan para pendahulu dan alim ulama agar mendapatkan tempat terbaik disisi Allah Ta’ala.

 “Hampir setiap tahun pada saat libur lebaran atau pun liburan sekolah, kami selalu membawa keluarga berkunjung ke Makam Opu Daeng Menambon dan Habib Husein. Sudah menjadi rutinitas keluarga kami,” aku Sanusi, salah seorang pengunjung dari Kota Pontianak, kemarin sore.

Dia mengaku sengaja memilih Kabupaten Mempawah sebagai destinasi wisata bagi keluarganya lantaran jarak tempat yang tidak terlalu jauh dari Kota Pontianak. Sehingga, dirinya tidak menghabiskan waktu di jalan dan dapat lebih banyak bersantai di lokasi wisata tujuan.

 “Kalau hanya sebentar menikmati pemandangan alam dan berziarah, rasanya tidak puas liburan bersama keluarga. Makanya, kami lebih memilih di Mempawah agar bisa lebih lama bersantai dan menikmati pemandangan,” tuturnya.

Lebih dari itu, dia mengatakan, jarak tempat yang dekat juga berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkannya. Jika memilih berwisata di tempat yang lebih jauh, maka dirinya hanya mengeluarkan biaya yang lebih besar.

 “Kalau ke Mempawah ini lebih ekonomis. Kami hanya mempersiapkan biaya untuk bensin kendaraan dan biaya masuk serta berbekal makanan untuk makan siang bersama keluarga. Cukup murah dan menyenangkan,” ucapnya.

Senada itu, pengunjung lainnya Ihsan (23) warga Kabupaten Kubu Raya mengaku berziarah ke makam Habib Husein merupakan salah satu tradisi dan kebiasaan dilingkungan keluarganya secara turun menurun. Kebiasaan itu telah dilakukan saban tahun.

 “Biasanya kami berziarah pada bulan Sya’ban atau jelang Ramadan maupun saat Idulfitri dan pada waktu libur sekolah dan kerja. Ziarah ini sudah dilakukan kakek saya  dan kini dilanjutkan orangtua dan saya beserta adik dan kakak,” akunya.

Ia menilai, kegiatan ziarah yang dilaksanakan keluarganya sebagai wujud meneladani dan mengingat jasa-jasa para alim ulama yang dengan gigih menyebarkan syiar agama Islam di nusantara termasuk di Kalimantan Barat.

 “Dalam ziarah ini, niatnya hanya untuk berdoa dan mengenang jasa alim ulama. Sekaligus saya mengenalkan kepada adik-adik saya tentang sejarah penyebaran agama Islam di tanah Kalimantan,” tukasnya.(*)

Berita Terkait