Objek Wisata Gunung Makai Makan Korban

Objek Wisata Gunung Makai Makan Korban

  Rabu, 24 April 2019 11:19
PENCARIAN KORBAN: Proses pencarian korban tenggelam di objek wisata Gurung Makai, Kecamatan Mentebah, kemarin, dengan disaksikan warga.

Berita Terkait

Terseret Arus, Pelajar SD Hilang saat Mandi

PUTUSSIBAU – Seorang bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD) dilaporkan hilang di objek wisata Gurung Makai, Desa Sukamaju, Kecamatan Mentebah, Senin (22/4). Saat ini proses pencarian masih berlangsung dengan menurunkan tim Basarnas, kepolisian, TNI dibantu warga sekitar.

Korban diketahui bernama Susanto Joko, berusia 12 tahun. Ia merupakan murid SD dari Desa Tanjung, Kecamatan Mentebah, yang sedang mengikuti Ujian Nasional (Unas) di SD Negeri Sukamaju.

Kepala Polsek (Kapolsek) Mentebah Iptu Surarso mengatakan, korban diduga tenggelam saat bermain air di objek wisata Gurung Makai tersebut. “Diperkirakan korban tenggelam terseret arus. Saat ini anggota Polsek Mentebah dan masyarakat sekitar sedang melakukan pencarian di TKP," ujar Kapolsek, kemarin.

Menurut Surarso, sebelum kejadian, korban bersama dengan Kepala Sekolah F. Aban dan Andre, berangkat dari Desa Suka Maju ke tempat pemandian di Sungai Suruk, dekat wisata Gurung Makai. Dari laporan yang mereka terima, setelah sampai di lokasi,  korban bersama dengan Aban dan Andre langsung mandi. Namun, setelah beberapa menit, Aban yang tadinya mandi di sungai membelakangi korban dan Andre  pada saat kepsek berbalik ke belakang, melihat  korban sudah tidak ada. Kemudian, Aban bersama Andre langsung mencari di sekitaran dekat pemandian sungai tersebut tetapi tidak di temukan juga. 

Selanjutnya, menurut Kapolsek, Aban meminta bantuan kepada warga setempat untuk melakukan pencarian. Dengan cara manual mereka melakukan penyelaman dan juga sebagian mencari dengan cara menelusuri pesisir sungai, tetapi belum juga ditemukan.

Menurut Kapolsek, saat ini proses pencarian sedang berlangsung dengan dibantu masyarakat kurang lebih sekitar 200 orang. “Saat Ini proses pencarian masih berlangsung,” kata Surarso.

Menurut Surarso, kendala yang dihadapi di lapangan, air sungai pasang dan karena minimnya atau terbatasnya  perlengkapan rescue. (arf)

Berita Terkait