Obat Nyamuk Bakar Dua Kios Pedagang

Obat Nyamuk Bakar Dua Kios Pedagang

  Sabtu, 18 May 2019 11:35
TERBAKAR: Kebakaran melanda dua unit kios di Pasar Kapuas Indah pada Jumat (17/5) sekitar pukul 03.00. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK  - Dua unit kios di Pasar Kapuas Indah terbakar pada Jumat (17/5) sekitar pukul 03.30. Satu kios berisikan makanan ringan yang diduga sumber api dengan persentase kerusakan sangat parah. Satu kios lagi berisikan bahan pakaian, hanya mengenai sebagian bangunan saja.

Saksi mata, Yandi mengaku, pertama kali mengetahui ada kebakaran setelah melihat gumpalan asap yang tak jauh dari lapak kerabatnya. Dia yang panik kemudian bergegas menuju titik asap tersebut. Namun, bukan warung kakaknya yang terbakar, tapi dua ruko yang berada di depan warung kakaknya. 

"Saya lihat asap dari arah tempat kakak saja jualan. Saya cemaskan warung dia yang terbakar. Ketika sampai ternyata bukan, tapi orang sudah ramai menyirami kios yang terbakar menggunakan ember," ujar Yandi, Jumat (17/5).

Dia mengatakan, usaha tersebut dilakukan masyarakat agar api tak menjalar ke bangunan lainnya. Yandi juga mengaku warga mendengar suara ledakan saat peristiwa itu terjadi. Sementara untuk sumber suara ledakan, Yandi mengaku belum mengetahui secara pasti.

"Barang yang diselamatkan itu di warung milik Pak Dol (penjual makanan ringan) tidak ada yang bisa diselamatkan karena apinya sudah sangat besar. Kalau kios satu lagi itu milik teman saya, namanya Irfan (penjual pakaian). Ada beberapa yang bisa diselamatkan karena warga membobol kios pakai palu dan mengeluarkan pakaian yang ada di dalam," jelasnya.

Dia menjelaskan tak lama setelah api membesar, beberapa unit mobil pemadam mulai berdatangan untuk membantu memadamkan amukan si jago merah.  "Kalau tidak ada pemadam kemungkinan api merembet ke mana-mana. Karena kita cuma pakai ember, pokoknya kalau pemadam tak datang pasti kewalahan," tuturnya.

Menurut Trisna, pemadam kebakaran Pontianak membantu proses pemadaman di lokasi kejadian. Saat petugas pemadam datang, api sudah berkobar besar dan melahap habis satu dari dua kios yang terbakar. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk pemadam kebakaran yang tergabung dari pemadam Kota Pontianak dan pemadam swasta untuk bersama-sama berjibaku menjinakkan kobaran api agar tak merembet ke bangunan lain.

"Kalau untuk penyebab pasti masih belum diketahui. Tetapi menurut warga sekitar yang saat kejadian berada di lokasi, api muncul pertama kali berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai kardus di ruko tersebut sehingga mengeluarkan percikan api dan semakin membesar," ungkap Trisna.

Trisna menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut. Kerugian belum bisa ditaksir karena pemilik ruko tak berada di tempat.

"Tidak ada kesulitan saat memadamkan  karena area sepi dan juga sumber air mudah didapat sehingga tidak butuh waktu lama untuk proses pemadaman," katanya.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Sugiyono membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (17/5) sekitar pukul 03.00. Dia menjelaskan dalam peristiwa kebakaran ini tak ada korban jiwa ataupun korban yang mengalami luka-luka. 

Adapun dugaan asal api, kata Sugiyono, yang didapat dari saksi di lokasi, yakni penjaga malam, Adit, kebakaran yang terjadi diduga berasal dari obat nyamuk bakar  yang ditinggal pergi seorang perempuan. Perempuan tersebut sudah biasa tidur di kios. Dia diketahui memiliki penyakit keterbelakangan mental.

"Langkah yang diambil saat ini adalah memasang garis polisi dan memastikan kondisi sudah aman terkendali sehingga dipastikan tak ada lagi percikan api yang memungkinkan dapat menimbulkan kebakaran susulan," pungkasnya. (sig) 

Berita Terkait