Nordianto, Peraih Satu Indonesia Awards 2018 Asal Kalbar

Nordianto, Peraih Satu Indonesia Awards 2018 Asal Kalbar

  Senin, 29 Oktober 2018 10:33
MEMBANGGAKAN: Nordianto, Peraih Satu Indonesia Awards 2018 Asal Kalbar usai menerima trofi. IST

Berita Terkait

Usung Program Menekan Pernikahan Dini di Indonesia

Anto gugup saat Nila Moeloek ada di hadapannya, bertanya tentang masa kecilnya, bagaimana dia dibesarkan, bagaimana dia dididik oleh orangtuanya hingga dapat lulus SMA di usia 15 tahun.

Shando Safela, Pontianak 

Itulah sepenggal cerita Nordianto, anak muda asal Kalimantan Barat penerima Satu Indonesia Award 2018 kepada Pontianak Post. Anto, panggilan akrab Nordianto, baru saja membuat bangga Kalimantan Barat tepat di Hari Sumpah Pemuda 28 oktober 2018 kemarin. Anto menyisihkan hampir 6000 peserta dari seluruh Indonesia untuk meraih award program inovatif ini. 

Ada tujuh pemuda berbakat Indonesia yang menerima award dari berbagai bidang. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan hingga teknologi. Anto berhasil meraih award di bidang kesehatan. Perjuangannya untuk memajukan sumber daya manusia di Kalbar layak diacungi jempol. Tak heran jika dia terpilih menjadi penerima award bergengsi tersebut.

Anto pemuda kelahiran Pontianak, 10 November 1995. Aksi positif Anto telah dilakukan sejak lama. Dirinya bergabung dalam Forum Genre (Generasi Berencana) Kalbar binaan BKKBN. Tahun 2017 Anto mengemban amanah sebagai Ketua Forum Genre Indonesia. Di situlah Anto merasa mendapat wadah untuk berPikir kritis terhadap isu pembangunan SDM, khususnya untuk merencanakan kehidupan.

Anto membuat sebuah program inovasi pendekatan terhadap anak muda. Dia merangkul seluruh anak muda di seluruh Kabupaten di Kalbar untuk ikut bergabung dalam 'GenRengers Educamp'. Kegiatan ini merupakan kemah bersama para anak muda Kalbar dengan diisi tema edukasi tentang kesehatan reproduksi anak muda dan mengatasi pernikahan dini.

Program yang digagas Anto dilaksanakan secara berkala dan rutin. Bahkan, programnya diaplikasikan di beberapa daerah di Indonesia oleh para relawan GenRe. 

Melalui program ini pula akhirnya Anto terpilih menjadi 12 besar penerima Award, Dia harus mempresentasikan sendiri programnya di depan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. 

"Isu pernikahan usia anak dianggap bukan masalah besar. Bahwa banyak masyarakat kita yang berPikir bahwa isu ini hanya isu kecil yang sudah hidup dan besar di tengah masyarakat. Saya presentasikan kepada ibu menteri, bahwa masalah ini merupakan masalah besar, yang hanya menunggu waktu untuk meledak," cerita Anto saat dirinya berada di depan dewan juri.

Dewan juri yang beranggotakan Nila Moeloek, Emil Salim, dan Fasli Jalal tersebut, akhirnya memilih Anto sebagai penerima award dari bidang kesehatan.

Sementara itu, Eka Sulistia Ediningsih, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Republik Indonesia mengaku senang atas prestasi yang dicapai Anto.

"Sangat membanggakan, Anto mampu menjalankan program yang digagasnya secara konsisten selama dua tahun terakhir. Anto itu 'Dari Kalbar untuk Indonesia'," tutur Eka.

"Program yang digagas Anto sangat inovatif, mendekati remaja dengan kegiatan edukatif. Sebagai remaja dari Forum Genre, Anto memegang amanah untuk membantu remaja untuk melewati lima transisi kehidupan," tambah Eka yang juga berasal dari Kalbar ini. 

Lima transisi kehidupan remaja yang dimaksud Eka adalah melanjutkan pendidikan, mempunyai daya saing dalam memasuki dunia kerja, mempersiapkan diri untuk menikah di usia ideal, melibatkan diri untuk terjun dalam bermasyarakat dan mempraktekkan hidup bersih dan sehat.

"Saya berharap lebih banyak anak muda yang kritis seperti Anto dan mau mengajak anak muda lain bergerak ke arah positif," tutup Eka. (*)

Berita Terkait