No Doubt in Denim

No Doubt in Denim

  Minggu, 3 April 2016 10:55

SEJAK kali pertama dibuat di Nimes, Prancis, pada abad pertengahan, denim makin mendunia. Terutama setelah Jacob Davis dan Levi Strauss membuat celana berbahan denim pada 1873. Celana yang disebut jins itu dibikin bagi para pekerja tambang emas Amerika. Bahannya nggak gampang sobek sehingga jins nyaman dikenakan para penambang.

Popularitas denim pun makin meluas. Well, 8 di antara 10 Zetizen punya outfit berbahan denim. Denim juga mencuri hati fashion designer kelas dunia. Let’s say Valentino, Givenchy, dan Kenzo. Mereka menghadirkan koleksi reconstructed denim buat cowok dalam Paris Fashion Week 2016. 

The beauty of denim is its versatility. Dengan mix n match yang pas, denim bisa menghasilkan beragam look. Misalnya, untuk grunge look, kita bisa padukan overall denim skirt dengan loose shirt in brown sebagai inner. Tinggal lengkapi look dengan black combat boots. 

Denim-on-denim, why not? Pilih dua jenis denim outfit dengan warna yang sedikit berbeda. Misalnya, light blue shirt yang dipadukan dengan dark blue denim cullote. Biar nggak boring, tambahkan juga white oversized outer. Look itu bisa dipakai untuk occasion semiformal loh. Untuk look yang lebih casual and little bit swag, padukan denim jacket dengan crop top dan ripped jeans. (historyofjeans/glamour/grc/c14/adn)