Nilai Tertinggi Diganjar Hadiah Umroh

Nilai Tertinggi Diganjar Hadiah Umroh

  Jumat, 19 April 2019 14:36
HADIAH: Pemkot memberikan hadiah umroh bagi pemenang lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi tahun 2019 se-Kota Singkawang dengan nilai tertinggi, Kamis (18/4) kemarin. Har/Pontianak Post

Berita Terkait

Lomba Pendidik dan Pengawas Berprestasi

SINGKAWANG—Pemkot Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang memberikan hadiah Umroh bagi pemenang lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berpretasi tahun 2019 se-Kota Singkawang dengan nilai tertinggi, Kamis (18/4) kemarin. Dari seluruh kategori tersebut, terpilihlah Zainal M.Pd dengan nilai rata rata 16, 87. Ia merupakan seorang pengawas sekolah dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM Nadjib, mengatakan diberikanya rewar Umroh bagi mereka yang mendapat nilai tertinggi ini untuk memotivasi para guru, kepala sekolah dan pengawas. Agar tenaga pendidikan ini mau berpretasi di bidang yang dijalankannya, apalagi selama ini setiap tahunnya ada kecenderungan keikut serta guru, kepala sekolah dan pengawas mengikuti pemilihan ini menurun.

“Setiap tahun keikutsertaan mereka ini cenderung menurun, mungkin jadi karena apa yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang didapat, makanya dengan tahun ini kita berikan reward Umroh, maka semoga memotivasi mereka,” katanya.

Ia mengatakan lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berpretasi tidaklah mudah. Ada syarat dan ketentuan yang harus dilakukan para peserta jika ingin ikut lomba. Misalnya peserta harus membuat karya tulis dan mempersiapkan portopolio. “Karya ilmiah itu seperti penelitian sederhana yang memang harus dibuat untuk lomba lalu dinilai dengan kriteria yang telah ditentukan,” katanya.

Lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berpretasi ini dilakukan berjenjang mulai sesama profesinya kemudian dibawa ke tingkat kecamatan lalu dipertandingkan ke tingkat kota. “Bagi pemenang nantinya akan dipertandingkan lagi ke tingkat provinsi di ajang serupa,” jelasnya.

Terpisah, Zainal berucap syukur atas diraihnya. “Alhamdulillah,” katanya. Ia mengatakan apresiasi yang diberikan kepada pemenang lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berpretasi diharapkan kedepan semakin bertambah.

“Dan apresiasi yang saya dapat dan teman-teman lainnya sudah sangat baik. semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan ke tahun mendatang,” harapnya. Sehingga akan lebih banyak lagi baik guru, kepala sekolah dan pengawas yang ikut dalam lomba ini. “Tentu apresiasi ini sangat baik memotivasi yang lainya untuk ikut, karena saya lihat dari tahun ke tahun yang ikut cenderung menurun kepesertaannya,” jelasnya.

Memang diakuinya tidak mudah mengikuti lomba ini, karena peserta harus menyiapkan apa yang menjadi syarat lomba seperti Portofolio maupun karya ilmiah. “Misalkan persiapan Portopolio yang harus dikumpulkan untuk 3 belakangan, kemudian membuat karya tulis,” katanya.

Ia mengatakan perlombaan ini seharusnya memang diikuti sehingga peseta akan lebih mengetahui cara-caranya dan apa yang perlu dipersiapkan. Selain itu dengan hasil ini, kata dia, akan berpengaruh pada profesi karena bisa dijadikan menambah kredit poin bagi guru, kepala sekolah dan pengawas.

Kedepan dalam mempersipakn dirinya ke ajang sama di tingkat provinsi, hasil karyanya akan dipertandingkan dengan persyaratan lainya. “Untuk karya ilmiah mungkin selama ikut lomba ini nanti ditingkat provinsi jika ada revisi atau perbaikan maka akan dilakukan,” jelasnya. Ia pun memberitahukan bahwa tahun lalu ada seorang guru Arnold Jakobus Singkawang juga sudah sampai ke tingkat nasional dalam ajang pemilihan guru, kepala sekolah, dan pengawas berpretasi yang setiap tahun digelar ini. (har)

Berita Terkait