Nilai Pancasila Dalam Permainan Bola Misteri

Nilai Pancasila Dalam Permainan Bola Misteri

  Jumat, 21 December 2018 10:09   0

OLEH: WANTI SILA SAKTI, S.PD. SD

Revolusi mental telah bergaung hingga ke dunia pendidikan. Hal ini diangkat karena terjadinya degradasi moral yang menakutkan di kehidupan bermasyarakat, seperti hilangnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan, tindakan kriminal yang terjadi dimana, pelecehan seksual, tindakan anarkis, peningkatan penggunaan Narkoba dan  berbagai macam tindakan yang mengarah pada “Bad  habit that become criminal acts” yang juga terjadi di sekolah.

=============

MENURUT Lickona (dalam Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, 2013) Pendidikan Karakter mencakup tiga unsur pokok yakni mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (desiring the good) dan melakukan kebaikan (doing the good).  

Merujuk pendapat Lickona tersebut, maka pada awalnya peserta didik harus mengetahui Nilai-nilai moral yang terkandung dalam tiap-tiap sila dari Pancasila, kemudian mencintai nilai-nilai tersebut, maksudnya menanamkan dalam hati bahwa nilai-nilai tersebut adalah hal yang patut dipertahankan dalam hati dan pemikiran dan kelak harus direalisasikan dalah perbuatan, setelah itu peserta didik diharafkan mampu melakukan atau menerapkan nilai-nilai moral dari sila pancasila tersebut dalam kehidupannya.

Diantara banyaknya strategi atau metode pembelajaran ada banyak pilihan sebenarnya bagi seorang guru untuk menerapkannya di ruang kelasnya. Kali ini saya menawarkan menggunakan strategi pembelajaran yang merujuk pada permainan (games).

Hal ini sudah saya terapkan sendiri beberapa waktu lalu, dan menghantarkan saya menjadi salah satu daftar peserta Simposium Guru di Jakarta pada tahun 2015 lalu. Adapun strategi pembelajaran yang saya lakukan adalah permainan “Bola Misteri Apakah Aku?” permainan ini adalah upaya saya dalam menyampaikan materi terkait Nilai-nilai Pancasila kedalam kehidupan sehari-hari Peserta Didik.

Permainan ini, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang berbantuan Alat peraga berupa Bola. Pembelajaran PPKn  dikemas dalam bentuk permainan untuk menyampaikan materi mengenai Nilai-nilai Pancasila yang bertujuan sebagai Pendidikan Karakter siswa Kelas 6.

Langkah-langkah permainan “Bola Misteri_Apakah Aku?” sebeenarnya sangat sederhana, yaitu sebelumnya guru  membuat alat bantu pelajaran, yaitu property untuk permainan, berupa bola-bola mini, lembar-lembar kertas yang berisi clue sikap yang akan diidentifikasi, guru juga wajib merancang skenario pembelajaran, sedangkan dalam penerapan kegiatan pembelajaran diadakan permainan yang mana peserta didik dibentuk menjadi 4 kelompok, Guru akan mengambil acak 10 buah Bola Misteri yang ada, kemudian membacakan clue yang terkait dengan nilai-nilai pancasila.

Kemudian perwakilan kelompok peserta didik mengambil Lambang Sila Pancasila yang sesuai dengan clue yang dibacakan, secara cepat dan tepat mereka menempelkan lambang tersebut beserta bola misteri di tabel yang disediakan, kemudian menuliskan ulang clue yang dibacakan.

Demikian terus berulang sampai 10 clue selesai dibacakan, setelah selesai, dilihat kelompok mana yang paling banyak menjawab, kemudian di beri reward. Setelah itu, di akhir penutupan, peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi kegiatan pembelajaran, kemudian melakukan renungan mengenai sikap mereka selama ini, apakah ada hal-hal yang pernah melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila. Kemudian secara bersama-sama mereka berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

Pada dasarnya, banyak metode, strategi, model pembelajaran yang dapat diterapkan ataupun diinovasi para pendidik, tentunya merujuk kepada kesesuaian kondisi satuan pendidikan masing-masing. Untuk muatan pelajaran PPKN sendiri merupakan suatu muatan pelajaran yang sangat urgen dalam hal penerapan nilai-nilai karakter peserta didik.

Hal yang mesti diingat oleh seorang pendidik yaitu pendidikan karakter adalah suatu  keharusan dalam dunia pendidikan, karena pendidikan karakter adalah salah satu upaya untuk mengembalikan nilai-nilai bangsa dan mengembalikan moralitas bangsa yang hampir runtuh. Keterkaitan Pendidikan Karakter dengan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat erat, oleh sebab itu guru PPKn harus berusaha menggali ide kreatif mereka untuk menciptakan inovatif dalam pembelajaran.

*) Guru SDN 34 Borang, Kabupaten Sanggau