Ngobrol Buku Bersama Komunitas Baca di Daerah

Ngobrol Buku Bersama Komunitas Baca di Daerah

  Selasa, 19 February 2019 11:02
BESOROH: Besoroh Literasi yang digelar di Singkawang dihadiri sejumlah komunitas literasi. ISTIMEWA

Berita Terkait

Gerakan Besoroh Literasi di Kalbar

Sejak 2016, Komunitas Kalbar Membaca gencar melakukan kegiatan literasi. Mengunjungi satu daerah ke daerah lainnya, menebar virus membaca dan menulis. Kali ini, melalui kegiatan besoroh literasi, mereka mengunjungi Singkawang, Sekadau, Sanggau, dan Sintang. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak 

BESOROH berasal dari bahasa melayu Ngabang. Secara harfiah berarti berkunjung, menemui, dan silaturahmi.  Kegiatan ini merangkul sejumlah komunitas literasi di daerah-daerah ini berkumpul dan berdiskusi. Membahas berbagai hal seputar dunia literasi. 

Kegiatan ini lebih banyak mengulas tentang buku, berbagi pengalaman menemukan dan membentuk komunitas serta berbagi kisah tentang lika-liku perjalanan komunitas. 

Kegiatan yang digagas Kalbar Membaca adalah agenda yang telah direncanakan pada 2018. Menjadi rencana agenda Kalbar Membaca dan penerbit Enggang Media. 

Besoroh literasi tak hanya sekadar berkunjung, berdiskusi. Tetapi menggerakan literasi di daerah masing-masing. Bersama-sama menggagas dan memformulasikan gerakan-gerakan literasi lebih baik lagi di Kalimantan Barat. 

“Kami besoroh untuk menemui dan membawa bejana kosong yang nantinya akan diisi dengan berbagai pengetahuan, pengalaman dan strategi bagaimana menggerakan literasi di daerahnya masing-masing,” kata penggagas kegiatan, Varly Pay Sandi.

Pay menjelaskan, Besoroh Literasi kali pertama digelar di Singkawang pada 10 Februari 2019. Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab pegiat literasi, yang juga penggagas Kalbar Membaca bersama ketiga pegiat lainnya, Dadi Naang dan Ichan Coeploek. 

“Besoroh Literasi yang dimulai di Singkawang yang digelar di Taman Burung, menjadi monumen abadi bahwa Singkawang layak menjadi Kota Literasi,” katanya. 

Tidak ada konsep khusus dalam kegiatan ini. Di Singkawang, Besoroh Literasi hanya dilaksanakan di tempat terbuka dan beralas spanduk bekas. Namun, semangat komunitas dan pegiat literasi cukup tinggi. Beragam komunitas ikut bergabung. 

“Kegiatan pertama ini dihadiri oleh sahabat PUNK, Blogger Singkawang, OI Singkawang, IKBS, Komunitas Penulis, dan teman-teman kreator lainnya,” jelas dia. 

Menurut Varly, gerakan membaca ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu menggandeng komunitas-komunitas membaca di daerah. Seperti Komunitas Singkawang Membaca, Sintang Membaca, dan komunitas Literasi Sanggau. 

Komunitas-komunitas ini, kata dia menjadi penguat literasi di daerah  sehingga tidak hanya terfokus di kota saja. Komunitas ini juga rutin melakukan kampanye literasi, seperti membuka lapak baca dan sebagainya.

Usai di daerah, Besoroh Literasi juga akan digelar di Pontianak. Merangkul banyak komunitas dan pegiat literasi di Kota Khatulistiwa ini. Harapannya semakin banyak melahirkan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan bersama melalui buku, tulisan. 

Melalui semangat membaca  dan menularkannya kepada masyarakat. Tak kalah pentingnya, komunitas-komunitas baca ini juga rutin membuka lapak baca. Menebar virus membaca bagi pengunjung-pengunjung di taman.(*) 

Berita Terkait