Nelayan Resah Pergi Melaut

Nelayan Resah Pergi Melaut

  Senin, 5 September 2016 09:30
BURUK: Cuaca buruk kerap melanda kawasan pesisir Kalbar termasuk Kabupaten Mempawah. Angin kencang menimbulkan kerusakan bangunan dan jaringan listrik di masyarakat. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Cuaca ekstrem yang melanda pesisir Kabupaten Mempawah belakangan ini tidak hanya menimbulkan dampak kerusakan, juga menimbulkan keresahan para nelayan. Mereka mengaku khawatir cuaca buruk tersebut dapat mencelakainya ketika sedang beraktifitas di laut.

“Rasa takut dan khawatir menghadapi cuaca buruk itu pasti ada. Apalagi, dalam minggu-minggu ini angin kencang kerap terjadi diwilayah ini. Pastinya, kami sangat resah dalam kondisi cuaca seperti ini,” pendapat Nelayan Tradisional Kuala Mempawah, Zulkifli, Minggu (5/9) sore.

Meski sudah terbiasa menghadapi cuaca buruk, namun bapak tiga anak ini mengaku sangat resah dengan angin kencang yang kerap terjadi belakangan ini. Sebab, dia menyebut angin kencang tersebut sangat mengancam keselamatan nelayan yang sedang melaut.

“Biasanya cuaca cerah, tiba-tiba muncul awan gelap dan seketika angin kencang. Ini yang menyulitkan nelayan, cuacanya sudah tidak bisa diprediksi lagi. Harusnya pada pertengahan tahun ini bukan termasuk musim angin kencang,” tuturnya.

Walau apapun kondisinya, Zul mengatakan tidak ada pilihan lain bagi nelayan seperti dia. Pergi melaut menjadi keharusan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sebab, dia memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya.

“Apapun tantangan dan resikonya harus dihadapi. Karena tidak ada pilihan lain, melaut menjadi satu-satunya sumber pencaharian untuk menafkahi keluarga. Kalau  saya pribadi kuncinya, selalu berhati-hati dan pasrah kepada takdir Allah. Tak lupa selalu minta doa kepada istri agar diberikan keselamatan,” ujarnya seraya tersenyum.

Zul dan rekan-rekan nelayan lainnya pun berharap cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Mempawah ini segera berlalu. Sehingga para nelayan seperrti dirinya dapat beraktifitas dengan nyaman dan tenang.

 “Kalau cuaca buruk seperti ini, nelayan tidak bisa maksimal mencari ikan diluat. Ketika melihat ada awan gelap sedikit saja, kami sudah harus menarik jaring dan mencari tempat berlindung. Jadi tidak maksimal bekerja,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait